politik

Kepanikan Mahasiswa China Setelah Trump Melarang Harvard Menerima Pelajar Asing

Kepanikan Mahasiswa China Setelah Trump Melarang Harvard Menerima Pelajar Asing

WASHINGTON – Kepanikan melanda para mahasiswa China di Amerika Serikat, terutama di Universitas Harvard, usai pemerintahan Presiden Donald Trump secara mendadak melarang pendaftaran mahasiswa asing ke universitas bergengsi tersebut. Mahasiswa China merupakan kelompok terbesar di antara pelajar asing di Harvard.

Kebijakan ini menuduh Universitas Harvard berkolaborasi dengan Partai Komunis China (PKC) dan mewajibkan mahasiswa asing yang sedang belajar untuk segera pindah ke kampus lain—atau mereka akan kehilangan status hukum sebagai pemegang visa pelajar. Keputusan ini segera mengguncang komunitas akademik internasional.

Seorang mahasiswa doktoral fisika asal China bernama Zhang (24), menyatakan kekhawatirannya. “Komunitas China merasa menjadi target utama. Teman saya bahkan menyarankan agar saya tidak tinggal di apartemen saat ini, takut akan razia dari petugas imigrasi,” ungkapnya tanpa menyebutkan nama depan demi alasan keamanan.

Universitas Harvard segera menyatakan sikap tegas. Dalam pernyataan resminya, universitas tertua di AS tersebut menyebut kebijakan pemerintah Trump sebagai tindakan “tidak sah” dan berkomitmen penuh untuk melindungi mahasiswa asingnya. Sebuah pengadilan distrik AS juga segera mengeluarkan perintah pembekuan sementara terhadap kebijakan itu selama dua pekan, memberikan harapan bagi ribuan mahasiswa yang terdampak.