Pemukim Ilegal Israel Menyerang Desa Badui di Tepi Barat
GAZA
Pada hari Sabtu, pemukim ilegal Israel yang bersenjata melakukan penyerbuan di desa Badui Ras Ein al-Auja, utara Jericho di Tepi Barat bagian timur yang diduduki, dan menyerang properti milik warga Palestina.
Hassan Mleihat, yang merupakan koordinator Organisasi al-Baydar untuk Pembelaan Hak-Hak Badui, menyatakan bahwa para pemukim ilegal bersenjata memasuki desa tersebut secara berkelompok dengan membawa kawanan domba. Mereka menggembalakan domba-domba tersebut di dekat rumah-rumah warga Palestina, merusak properti, dan berusaha mencegah penduduk setempat mengakses tanah mereka.
“Serangan oleh para pemukim ilegal terhadap komunitas Badui meningkat tajam dan kini menargetkan setiap aspek kehidupan Badui,” kata Mleihat, sebagaimana dilaporkan oleh BERITA88.
Di wilayah utara Lembah Yordan, para pemukim ilegal juga mencuri pompa air dan merusak tanaman di Khirbet al-Deir, demikian disampaikan oleh saksi mata kepada Anadolu.
Lembah Yordan terletak di bagian timur laut Tepi Barat yang diduduki dan termasuk dalam wilayah kegubernuran Tubas.
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, pemukim ilegal mendirikan 60 pos terdepan ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk 51 pos sejak awal tahun 2024, menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok milik pemerintah Palestina.
Kekerasan oleh pemukim ilegal telah memaksa 29 komunitas Palestina mengungsi antara 7 Oktober 2023 hingga akhir tahun 2024. Komisi tersebut melaporkan bahwa 311 keluarga, sekitar 2.000 orang, terpaksa mengungsi.
Ketegangan tetap tinggi di seluruh Tepi Barat yang diduduki, dengan sedikitnya 952 warga Palestina tewas dan lebih dari 7.000 orang terluka sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023, berdasarkan data yang dimiliki Palestina.
Pada bulan Juli 2024, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa pendudukan Israel atas tanah Palestina adalah ilegal dan memerintahkan agar semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dipindahkan.
