Pemukim Israel Aniaya Warga Amerika hingga Meninggal di Tepi Barat, AS Mengonfirmasi
TEPI BARAT
Seorang pemukim Israel di Tepi Barat melakukan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya seorang warga negara Amerika Serikat berusia awal 20-an. Informasi ini diungkap oleh keluarga korban dan organisasi hak asasi manusia.
Para pemukim tersebut menyerang dan menghabisi nyawa Sayfollah Musallet di kota Sinjil, sebelah utara Ramallah, pada Jumat (11/7/2025), sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.
Keluarga Musallet, yang berasal dari Tampa, Florida, juga menyatakan kepada BERITA88 bahwa ia dipukuli hingga kehilangan nyawanya oleh pemukim Israel.
“Kami mengetahui laporan kematian seorang warga negara AS di Tepi Barat,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, menurut laporan Reuters.
Pejabat tersebut menolak memberikan komentar lebih lanjut “untuk menjaga privasi keluarga dan orang-orang terkasih” dari korban yang dilaporkan.
Musallet, yang juga dikenal dengan nama Saif al-Din Musalat, telah melakukan perjalanan dari kediamannya di Florida untuk menemui keluarganya di Palestina, ujar sepupunya, Fatmah Muhammad, dalam unggahan di media sosial.
Seorang warga Palestina lainnya, diidentifikasi oleh Kementerian Kesehatan sebagai Mohammed Shalabi, juga tewas ditembak oleh pemukim dalam serangan tersebut.
Aktivis hak asasi manusia telah mencatat beberapa insiden di mana para pemukim Israel di Tepi Barat menyerbu lingkungan dan kota-kota Palestina, membakar rumah serta kendaraan dalam serangan yang kadang disebut sebagai pogrom.
Militer Israel seringkali memberikan perlindungan kepada para pemukim selama tindakan kekerasan mereka dan telah menembak warga Palestina yang melakukan perlawanan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi hak asasi manusia terkemuka lainnya menganggap permukiman Israel di Tepi Barat sebagai pelanggaran hukum internasional, sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk menggusur warga Palestina.
