Pakar: Infrastruktur Jalan Perlu Ditingkatkan Sebelum Menerapkan Kebijakan Zero ODOL
Pakar: Infrastruktur Jalan Perlu Ditingkatkan Sebelum Menerapkan Kebijakan Zero ODOL
JAKARTA – Kebijakan Zero Over Dimension Overloading (ODOL) memerlukan pembenahan dan standarisasi kelas jalan. Tanpa penyesuaian infrastruktur jalan yang memadai, penerapan Zero ODOL akan menghadapi kesulitan dan berpotensi menciptakan masalah baru.
Semua pihak tentu mendukung kebijakan Zero ODOL yang bertujuan untuk menghentikan praktik kendaraan pengangkut barang yang melampaui kapasitas muatan dan dimensi yang diizinkan. Namun, pelaksanaan kebijakan ini hingga kini masih menghadapi hambatan, salah satunya adalah kondisi jalan yang belum memadai, terutama di daerah-daerah yang menjadi pusat produksi atau distribusi barang.
Masalah ini dibahas dalam acara Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bertema “Mencari Solusi Penerapan Zero ODOL 2026” yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Direktur Eksekutif Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Budi Wiyono, mengungkapkan beberapa kendala yang perlu diselesaikan sebelum Zero ODOL dapat diterapkan sepenuhnya. Salah satunya adalah perbedaan yang signifikan antara daya dukung jalan di Indonesia dengan standar internasional, yang menjadikan penerapan Zero ODOL sebagai tantangan tersendiri.
Oleh karena itu, Budi merekomendasikan adanya penyesuaian aturan terkait kelas jalan dan Jembatan Timbang (JBI) agar sesuai dengan kapasitas jalan dan standar Zero ODOL. “Apabila ini tidak diperbaiki, Zero ODOL bisa menyebabkan peningkatan biaya logistik, karena memerlukan lebih banyak truk untuk mengangkut barang yang sama,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).
Budi menyatakan bahwa infrastruktur dan kelas jalan di Indonesia banyak yang belum standar, artinya belum disesuaikan dengan perkembangan sistem transportasi internasional. “Sebenarnya, kami sudah pernah menyampaikan ini ke Bappenas, di mana jalan di Indonesia harus ditata. Standar gandar harus sesuai dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.
Jadi, kerusakan jalan terjadi karena memang jalan tidak standar dan kenyataannya seperti itu. Menurut Budi, di Eropa sudah menggunakan single tires untuk mengurangi beban.
