Ingin Doa Cepat Dikabulkan, Ikuti Doa Para Nabiyullah Ini
Ingin Doa Cepat Dikabulkan, Ikuti Doa Para Nabiyullah Ini
Ingin doa-doa kita cepat diijabah dan dikabulkan oleh Allah SWT? Maka berdoalah sebagaimana doa para nabi utusan Allah SWT. Banyak kisah tentang doa para nabi yang dapat kita contoh dan praktekkan untuk mempercepat terkabulnya doa-doa kita.
Doa merupakan senjata bagi orang-orang beriman. Doa juga merupakan jalan keselamatan bagi kaum mukminin. Doa memiliki keutamaan dan manfaat yang tak terhitung. Kedudukannya sebagai bentuk ibadah menjadi bukti keutamaannya, bahkan doa adalah bentuk ibadah itu sendiri.
Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: ‘Doa adalah ibadah.’ (HR: Tirmizi).
Meninggalkan doa merupakan bentuk kesombongan dari menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana Allah berfirman:
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (QS Gafir : 60).
Jika seorang muslim bertanya, doa seperti apa yang diijabah? Mungkin banyak di antara kita akan menjawab:
“Doa di sepertiga malam yang terakhir, doa antara adzan dan iqomat, doa di depan Ka’bah, doa di Raudhoh, mengangkat kedua tangan, mengkonsumsi yang halal, dan seterusnya.”
Ini semua adalah hal-hal yang mulia, perlu diwujudkan saat kita berdoa. Namun ada rahasia dalam berdoa yang mungkin banyak di antara umat Islam tidak menyadarinya, padahal itulah unsur utama terkabulnya doa.
Untuk mengetahui rahasia tersebut, sejenak renungkan doa-doa terbaik para Nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an.
1. Doa Nabi Musa ‘Alaihissalam
Ketika beliau dalam pelarian, dikejar-kejar pasukan Fir’aun untuk dibunuh. Tanpa bekal, tanpa tunggangan, tanpa teman. Perjalanan yang jauh dan berat dari Mesir menuju Madyan. Perasaan mencekam, remuk redam di hati karena tak ada satupun Bani Israil yang menolongnya kala itu. Ditambah rasa haus dan lapar yang menyiksa.
Musa menunjukkan kefakirannya dalam berdoa di hadapan Allah. Ketika itu beliau menyendiri di bawah pohon, lalu terucaplah doa dari lisannya yang diabadikan dalam Al-Qur’an:
‘Wahai Rabbku, sungguh aku sangat-sangat butuh kebaikan dan bantuan-Mu.’ (QS. al-Qashash: 24)
Langsung Allah menjawab doa tersebut. Di Madyan, beliau mendapatkan istri yang shalihah, mertua yang Shalih, keamanan, perlindungan, rizki yang baik, dan lingkungan yang lebih baik daripada Mesir.
2. Doa Nabi Ayyub ‘Alaihissalam
Beliau ditimpa penyakit selama 18 tahun lamanya. Hingga beliau ditinggal oleh para kerabat, yang jauh maupun dekat. Dalam kesendirian, beliau hanya mengeluh dan menampakkan kehinaan di hadapan Allah Ta’ala melalui ungkapan:
‘Sungguh hamba-Mu yang lemah ini yaa Allah, tengah ditimpa musibah, dan hanya Engkaulah Yang Maha Penyayang di antara yang penyayang.’ (QS. al-Anbiya: 83).
Simaklah bagaimana jawaban Allah Ta’ala kemudian:
‘Maka Kamipun menyingkap penyakit yang menimpa Ayyub, lalu kami kembalikan kepadanya kerabat keluarganya, sebagai Rahmat dari Kami.’ (QS. al-Anbiya: 84).
3. Doa Nabi Yunus ‘Alaihissalam
Ketika Nabi Yunus diselimuti tiga lapis kegelapan, yakni kegelapan malam, kegelapan samudera, dan kegelapan perut ikan. Dalam kesendirian itu, beliau bermunajat sambil mengakui kekhilafannya, menampakkan kefakirannya pada Allah Ta’ala.
