Trump Sasar Kapal China Setelah Beijing Boikot LNG Amerika
Trump Sasar Kapal China Setelah Beijing Boikot LNG Amerika
JAKARTA – Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya pada kapal-kapal China yang masuk ke pelabuhan AS, yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran global dan memperburuk ketegangan perang dagang yang sedang berlangsung.
Rencana ini, yang diajukan oleh Perwakilan Dagang AS pada hari Kamis, mencakup pengenaan biaya pada semua kapal yang dibangun dan dimiliki oleh China yang berlabuh di AS, dengan tarif dihitung berdasarkan volume barang yang diangkut per pelayaran.
Biaya tersebut akan mulai diterapkan enam bulan mendatang, dengan tahap berikutnya berupa pembatasan kapal asing yang mengangkut gas alam cair (LNG) yang akan dimulai dalam tiga tahun. Setelah enam bulan, biaya untuk kapal-kapal China akan ditetapkan sebesar USD50 per ton bersih atau volume ruang muatan kapal, dan secara bertahap meningkat selama tiga tahun.
China Stop Impor LNG dari AS
Impor LNG dari AS telah dihentikan lebih dari 10 minggu, demikian laporan dari The Financial Times, dengan kapal tanker LNG terakhir dari Texas tiba di China pada 6 Februari. Hal ini terjadi beberapa bulan sebelum Trump mengumumkan tarif besar-besaran terhadap berbagai negara, termasuk China pada 2 April.
Boikot ini dipimpin oleh Beijing, yang memberlakukan tarif 15% pada LNG AS sejak 10 Februari. Sejak itu, tarif atas LNG AS telah meningkat menjadi 49%, secara efektif membuatnya tidak terjangkau oleh pasar China untuk waktu yang tidak ditentukan.
Trump telah mengenakan tarif 145% untuk impor dari China, sementara Beijing merespons dengan tarif 125% untuk impor dari AS. Kedua belah pihak tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mundur, dengan Trump menegaskan bahwa China harus bersedia bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan.
Namun demikian, Trump minggu ini mengisyaratkan bahwa dia mungkin siap untuk mengakhiri konfrontasi dagangnya dengan China setelah beberapa minggu peningkatan tarif.
