Berita

Strategi Penurunan Harga Mobil Dianggap Kurang Efektif, Kualitas Jadi Sorotan

Strategi Penurunan Harga Mobil Dianggap Kurang Efektif, Kualitas Jadi Sorotan

JAKARTA – Fenomena perang harga mobil kini mulai terlihat di Indonesia, diawali oleh produsen dari China dan kemudian diikuti oleh merek-merek asal Jepang. Mereka memangkas harga beberapa model kendaraan, dengan kisaran mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Langkah ini dinilai cukup berhasil untuk strategi jangka pendek, namun tidak efektif dalam jangka panjang. Tindakan ini juga berisiko terhadap nilai merek, di mana konsumen mungkin mulai mempertanyakan kualitas produk yang ditawarkan.

“Untuk jangka pendek mungkin bisa dibilang efektif, tapi tidak untuk jangka panjang. Jika strategi harga diterapkan dalam bentuk program penjualan, itu bisa dimengerti, tetapi jika memotong harga secara langsung, kita bisa lihat sendiri dampaknya di pasar domestik dan kekhawatiran mereka terkait kualitas,” ujar Donny Saputra, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), di Jakarta baru-baru ini.

Donny juga mengungkapkan bahwa Suzuki telah hadir di Indonesia selama 50 tahun dan berkomitmen untuk mempertahankan kualitas yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, memangkas harga secara drastis dapat membuat konsumen meragukan kualitas yang ditawarkan oleh Suzuki.