Ekonomi

Ketegangan Israel-Iran Memuncak, Investor Disarankan Lebih Defensif dalam Strategi

JAKARTA – Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Meningkat

Akibat serangan Israel ke Iran, ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat, menambah tekanan pada pasar keuangan global dan meningkatkan risiko volatilitas. Situasi ini juga diperparah oleh ketidakpastian ekonomi global yang disebabkan oleh perang dagang.

Untuk menghadapi kondisi ini, penting bagi investor untuk menerapkan strategi alokasi portofolio yang bersifat defensif guna melindungi nilai aset dan meminimalisasi potensi kerugian.

“Dalam kondisi ekonomi yang menunjukkan kecenderungan melambat, investor harus bersikap lebih defensif dalam menyusun strategi alokasi aset,” ujar Chief Investment Officer PT Inovasi Finansial Teknologi, Stefanus Dennis Winarto, Jumat (13/6).

Instrumen Investasi yang Lebih Stabil

Stefanus menyarankan bahwa instrumen investasi seperti reksa dana campuran dan pasar uang dapat membantu menjaga stabilitas portofolio. Reksa dana ini, menurutnya, sebagian besar terdiri dari obligasi pemerintah maupun korporasi, yang menawarkan potensi imbal hasil lebih stabil dibandingkan instrumen lain seperti saham.

Reksa dana campuran juga dianggap sebagai opsi menarik bagi investor yang ingin menerapkan strategi diversifikasi pada berbagai aset, mulai dari saham, obligasi hingga pasar uang.

“Jenis reksa dana ini mengalokasikan dana pada obligasi, saham, dan instrumen pasar uang, dengan ketentuan bahwa masing-masing instrumen tidak boleh melebihi 79% dari total portofolio,” jelasnya.