Pengalaman Ruh Seorang Mukmin Setelah Wafat, Ternyata Menakjubkan
Pengalaman Ruh Seorang Mukmin Setelah Wafat, Ternyata Menakjubkan
Perjalanan ruh seorang mukmin setelah meninggal dunia ternyata sangat menakjubkan. Gambaran ini terlihat dari kisah para sahabat pada zaman Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam. Berikut penjelasannya yang disampaikan oleh Ustaz Ammi Nur Baits.
Al-Barrak bin Azib radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa ia pernah mengikuti jenazah seorang Anshar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampainya di kuburan, dan menunggu liang lahatnya disiapkan, Rasulullah duduk menghadap kiblat. Para sahabat pun duduk di sekeliling beliau dengan khusyuk, seolah-olah di kepala mereka ada burung.
Di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terdapat ranting yang beliau tusukkan ke tanah, lalu beliau menengadah ke langit dan menunduk. Hal ini beliau ulangi tiga kali. Kemudian beliau bersabda,
استعيذوا بالله من عذاب القبر، مرتين، أو ثلاثا، (ثم قال: اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر) (ثلاثا)
“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab kubur.” Beliau ulangi ini dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.” (tiga kali).
Kemudian beliau menjelaskan proses perjalanan ruh orang mukmin dan kafir.
Sesungguhnya ketika seorang hamba beriman akan meninggalkan dunia dan menuju alam akhirat, malaikat turun dari langit dengan wajah bersinar seperti matahari.
Mereka membawa kafan dan minyak wangi dari surga. Para malaikat duduk di sekitar mayat sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihis salam.
Dia duduk di dekat kepala dan berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.” Ruh tersebut keluar dari jasad seperti tetesan air dari mulut ceret, dan langsung dipegang oleh malaikat maut.
