Berita

Politikus Muslim Ini Beberkan Kunci Keberhasilan Singapura

Singapura

Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga Singapura, yang juga merangkap sebagai Menteri Urusan Muslim, Masagos Zulkifli, menegaskan bahwa Singapura tidak boleh membiarkan ras atau agama dieksploitasi demi keuntungan politik. Pernyataan ini menjadi salah satu faktor yang menjadikan Singapura sebagai negara maju. Hal ini disampaikan bersamaan dengan berlangsungnya pemilihan umum di Singapura.

Masagos memperingatkan bahwa intervensi asing dalam pemilu, khususnya melalui bahasa yang memecah belah, dapat merusak kepercayaan yang telah dibangun di Singapura selama ini. “Perbedaan pandangan tidak seharusnya menimbulkan perpecahan. Jika kita tidak berhati-hati, keretakan ini bisa semakin dalam,” tambahnya.

Masagos, yang juga merupakan kandidat utama Partai Aksi Rakyat (PAP) untuk Tampines GRC, menyampaikan komentar ini setelah pemerintah mengambil tindakan terhadap upaya asing yang berusaha memengaruhi pemilu, dengan memerintahkan Meta untuk memblokir upaya tersebut.

Pemerintah Singapura mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah menginstruksikan Meta untuk memblokir akses ke unggahan Facebook yang dibuat oleh dua politisi Malaysia dan seorang mantan tahanan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri yang sekarang menjadi warga negara Australia. Unggahan tersebut mengkritik cara Singapura menangani isu-isu keagamaan dan mendorong para pemilih untuk memilih berdasarkan alasan agama.

Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Lawrence Wong juga menyatakan kekhawatiran tentang unggahan media sosial, termasuk unggahan oleh seorang aktivis lokal yang mengajak umat Islam untuk mendukung kandidat yang memajukan agenda keagamaan. Meskipun ia tidak menyebutkan nama secara spesifik, guru Islam Noor Deros baru-baru ini menjadi perhatian dengan unggahan yang mencantumkan tuntutan politik dan mengklaim pertemuan dengan kandidat Melayu dari Partai Pekerja.