Post-Hajj Syndrome: Ahli Psikologi IPB University Ungkap Rasa Kosong Setelah Pulang dari Tanah Suci
Post-Hajj Syndrome: Ahli Psikologi IPB University Ungkap Rasa Kosong Setelah Pulang dari Tanah Suci
JAKARTA – Setelah menyelesaikan ibadah haji atau umrah, biasanya seseorang merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Namun, tidak sedikit jamaah yang justru mengalami perasaan hampa, kegelisahan, hingga kerinduan mendalam terhadap atmosfer sakral di Tanah Suci. Kondisi ini dikenal dengan istilah Post-Hajj Syndrome atau Post-Umrah Syndrome.
Psikolog dari IPB University, Nur Islamiah, menjelaskan bahwa sindrom ini adalah bagian dari transisi psikologis, emosional, dan spiritual yang sering dialami jamaah setelah kembali ke rutinitas sehari-hari usai melaksanakan ibadah besar.
“Perasaan kosong, kehilangan makna, dan penurunan semangat spiritual adalah gejala umum yang dirasakan,” ungkap dosen yang akrab dipanggil Bu Mia. Meski terdengar berat, ia menegaskan bahwa sindrom ini bukanlah gangguan kejiwaan, melainkan respons emosional yang wajar setelah mengalami pengalaman spiritual yang mendalam.
Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai post-event letdown, yaitu keadaan di mana seseorang merasa kehilangan arah setelah menjalani momen yang sangat berarti. Bu Mia menambahkan bahwa situasi ini sering diperburuk oleh tekanan sosial yang dihadapi setelah mendapatkan status “Haji” atau “Hajjah”, mengingat adanya harapan untuk menjadi teladan dalam hal keagamaan.
