Internasional

Presiden Kolombia Samakan Kesulitan Palestina dengan Penderitaan Yesus

GAZA

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengecam tindakan Israel di Gaza, menyamakan penderitaan rakyat Palestina dengan penderitaan Yesus Kristus.

“Dalam masa Sengsara dan kematian Yesus, mari kita pikirkan orang-orang Palestina, asal-usul Yesus, yang kini menghadapi genosida berdarah,” tulis Petro di platform X, merespons unggahan mengenai Hossam Abu Safiya, seorang dokter terkemuka Palestina yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis saat ditahan oleh Israel setelah diduga mengalami penyiksaan.

Safiya, yang memimpin Rumah Sakit Kamal Adwan di bagian utara Gaza, dilaporkan ditahan oleh militer Israel pada awal tahun ini.

Organisasi hak asasi manusia dan media setempat telah mengangkat kekhawatiran dalam beberapa minggu terakhir tentang perlakuan yang diterimanya selama penahanan, menyoroti penyiksaan berat yang dialaminya dan kondisi kesehatannya yang semakin memburuk.

Pernyataan Petro tersebut disampaikan pada perayaan Minggu Suci umat Kristen, menambah makna simbolis dari pernyataannya. Pemimpin Kolombia ini telah lama menjadi kritikus tajam terhadap kampanye militer Israel di Gaza, sering menuduh mereka melakukan kejahatan perang.

Pemerintah Israel membantah tuduhan genosida dan menyatakan bahwa operasi mereka menargetkan militan Hamas, bukan warga sipil atau tenaga medis.

Di sisi lain, Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa 420.000 warga Palestina kembali terpaksa mengungsi di Gaza sejak 18 Maret, akibat pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Dalam sebuah pernyataan, badan tersebut memperingatkan bahwa “bantuan kemanusiaan dan pasokan belum memasuki Jalur Gaza sejak 2 Maret 2025, saat Otoritas Israel memberlakukan blokade.”

“Ini sudah tiga kali lebih lama dibandingkan blokade yang diberlakukan pada Oktober 2023 ketika konflik dimulai,” tambah mereka.