Berita

Pengenalan Azerbaijan: Negara Mayoritas Muslim yang Memasok Minyak ke Israel

JAKARTA – Hubungan Geopolitik Azerbaijan dan Israel

Di tengah ketegangan di Timur Tengah, terdapat sebuah ironi geopolitik yang sering kali luput dari perhatian: Azerbaijan, negara dengan mayoritas penduduk Muslim, justru memasok 60 persen minyak bagi Israel. Lebih menarik lagi, Azerbaijan adalah sekutu Turki—sebuah negara yang secara terbuka menyebut Israel sebagai negara teroris.

Informasi Singkat tentang Azerbaijan, Negeri di Kawasan Kaspia

Azerbaijan terletak di kawasan Kaukasus Selatan, berbatasan dengan Rusia di utara, Iran di selatan, Armenia di barat, dan Laut Kaspia di timur. Baku, ibukotanya, merupakan salah satu kota terkaya dan tertua di kawasan tersebut serta telah menjadi pusat industri minyak sejak abad ke-19.

  • Nama resmi: Republik Azerbaijan.
  • Ibukota: Baku.
  • Luas wilayah: sekitar 86.600 km persegi.
  • Jumlah penduduk: sekitar 10 juta jiwa.
  • Mayoritas agama: Islam (sekitar 97%), dominan Syiah.
  • Bentuk pemerintahan: Republik Presidensial.
  • Presiden saat ini: Ilham Aliyev (menjabat sejak 2003).

Azerbaijan adalah bekas republik Soviet yang merdeka pada tahun 1991 setelah Uni Soviet runtuh. Sebelumnya, wilayah ini menjadi rebutan berbagai kekuatan besar seperti Kekaisaran Persia, Rusia, dan Ottoman. Dominasi budaya Islam yang kuat, khususnya Syiah, menjadikan Azerbaijan berbeda dari mayoritas negara Turkik lainnya yang cenderung Sunni.

Setelah kemerdekaan, Azerbaijan memilih jalan pragmatis dengan mempererat hubungan dengan Barat, menjaga kerja sama strategis dengan Turki, dan membuka diri terhadap investasi asing, khususnya di sektor energi.

Azerbaijan sebagai Pemasok Minyak Utama untuk Israel

Hubungan antara Azerbaijan dan Israel tidak hanya berlangsung normal, tetapi juga sangat erat dalam bidang ekonomi dan militer. Dalam sektor energi, Azerbaijan menjadi salah satu pemasok minyak terbesar bagi Israel. Data dari US Energy Information Administration (EIA) serta laporan investigasi menunjukkan bahwa sekitar 40–60 persen minyak mentah Israel berasal dari Azerbaijan.

Minyak tersebut dikirim melalui jaringan pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC) menuju pelabuhan Ceyhan di Turki, kemudian diangkut dengan kapal tanker ke pelabuhan Ashkelon di Israel. Perusahaan energi nasional Azerbaijan, SOCAR, memainkan peran penting dalam kerja sama ini.