hiburan

Mengenal Cak Lontong, Pelawak Cerdas Kini Menjabat Komisaris di PT Pembangunan Jaya Ancol

Profil Cak Lontong, Pelawak Cerdas Kini Menjabat Komisaris di PT Pembangunan Jaya Ancol

JAKARTA – Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang Cak Lontong. Ia, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno pada Pilkada Jakarta 2024, kini resmi diangkat sebagai komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Pengangkatan Cak Lontong diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Dalam daftar Dewan Komisaris, ia bergabung bersama Irfan Setiaputra yang menjadi Komisaris Utama dan Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta, sebagai komisaris biasa.

Susunan Direksi Perseroan saat ini terdiri dari Winarto sebagai Direktur Utama, dengan tiga direktur lainnya yakni Cahyo Satriyo Prakoso, Daniel Nainggolan, dan Eddy Prastiyo.

Selain mengumumkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, RUPS juga menyampaikan laporan kinerja tahun buku 2024 dan pembagian dividen. Dividen disetujui sebesar Rp 24 per lembar saham, dengan total mencapai Rp38,40 miliar atau 21,60% dari laba bersih. Sepanjang 2024, Perseroan meraih pendapatan usaha sebesar Rp1,266 triliun, dengan kontribusi utama dari sektor pariwisata sebesar 75,11%, sedangkan sisanya berasal dari properti serta perdagangan dan jasa,” kata Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko dalam keterangannya, Sabtu (26/4/2025).

Profil Cak Lontong

Cak Lontong adalah salah satu tokoh penting dalam dunia komedi di Indonesia. Lahir pada 7 Oktober 1970, ia mengembangkan kariernya sebagai pelawak, pembawa acara, dan aktor dengan ciri khas humor berlogika absurd namun tetap santun.

Kariernya dimulai dari panggung ludruk Cap Toegoe di Surabaya. Popularitasnya meningkat setelah tampil dalam program Republik BBM, dan berlanjut dengan keterlibatannya di Stand Up Comedy Show dan Indonesia Lawak Klub. Pada tahun 2017, ia menerima penghargaan seni budaya dari almamaternya.

Pelawak yang bernama asli Lies Hartono ini dikenal dengan gaya bahasanya yang terstruktur, penggunaan silogisme, serta kebiasaannya menciptakan peribahasa baru. Ia selalu berusaha agar materi lawakannya tidak menyinggung siapa pun, berpegang pada prinsip bahwa tugas komika adalah menghibur, bukan menyalahkan audiens jika penampilan tidak berhasil.

Dalam mencari materi, ia lebih suka mengangkat premis-premis sederhana dari kehidupan sehari-hari, seperti istilah “sabar,” “takut,” hingga fenomena “gaptek,” yang kemudian dikembangkan menjadi naskah humor yang cerdas namun tetap lucu.

Julukan “Lontong” muncul sejak kecil karena postur tubuhnya yang tinggi dan kurus menyerupai makanan tersebut, sementara “Cak” adalah sapaan umum untuk pria di Jawa Timur.

Di luar dunia televisi dan panggung, Cak Lontong juga terlibat dalam industri film, salah satunya dalam “Comic 8.” Dia menikmati pengalaman tersebut sebagai bagian dari upayanya memperkaya khazanah film komedi nasional yang saat itu masih didominasi genre horor atau erotis.

Dengan komitmen terhadap humor yang cerdas dan santun, Cak Lontong berhasil membuktikan bahwa komedi dapat menjadi sarana edukatif sekaligus menghibur tanpa melukai perasaan siapa pun.