Profil Firman Santyabudi, Putra Try Sutrisno, Mantan Kakorlantas Kini Direktur di MIND ID
Profil Firman Santyabudi, Putra Try Sutrisno, Mantan Kakorlantas Kini Direktur di MIND ID
JAKARTA – Firman Santyabudi, putra dari Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, termasuk dalam sembilan nama baru yang bergabung sebagai bagian dari direksi dan komisaris di Mining Industry Indonesia (MIND ID), holding BUMN di sektor pertambangan. Firman diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko dan HSSE.
Pengangkatan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Juni 2025. Dalam jajaran direksi, terdapat tambahan tiga posisi baru yaitu Direktur Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Mineral, Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral, serta Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management.
Firman memiliki latar belakang di Kepolisian, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas). Menggantikan Nur Hidayat Udin, Firman mencapai jabatan Inspektur Jenderal Polisi selama kariernya di Polri.
Pria kelahiran 17 November 1965 ini adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988. Ia memulai kariernya sebagai Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Bogor Polda Jawa Barat. Pada tahun 1991, Firman ditugaskan sebagai Gadik Muda di Pusdik Lantas Lemdiklat Polri, menandai awal perjalanannya di bidang lalu lintas yang menjadi spesialisasinya.
Kemudian, pria kelahiran Jakarta ini memegang berbagai posisi strategis di Kepolisian. Mulai dari Kapolsek Metro Menteng pada 1997, Kasatlantas Polresta Banjarmasin Polda Kalimantan Selatan pada 2001, Wadirlantas Polda Metro Jaya dan Kepala SPN Lido, Polda Metro Jaya pada 2008.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kasubdit Jianmas Ditlantas Babinkam Polri, Dirlantas Polda Sumatera Selatan pada 2011, dan Analis Kebijakan Madya Bidang Korlantas Polri pada 2012. Firman juga pernah menjadi Karodalaops Sops Polri pada 2013, serta Direktur Kerjasama dan Humas di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2024.
