Promosi Liberalisasi Perdagangan, Kepala Bank Sentral China Terbuka Mengenai Ancaman Tarif AS
Promosi Liberalisasi Perdagangan, Kepala Bank Sentral China Terbuka Mengenai Ancaman Tarif AS
JAKARTA – Gubernur bank sentral China mengkritik Amerika Serikat (AS) karena mengancam stabilitas keuangan global dengan penyalahgunaan tarif belakangan ini. Pernyataan ini muncul ketika kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia berusaha mengurangi ketegangan perang dagang.
“Penyalahgunaan tarif baru-baru ini oleh Amerika Serikat telah melanggar hak dan kepentingan sah negara lain. Ini secara serius merusak sistem tata kelola multilateral berbasis aturan, memberikan pukulan berat bagi tatanan ekonomi global, dan melukai stabilitas serta pertumbuhan ekonomi global jangka panjang,” ujar Gubernur Bank Rakyat China, Pan Gongsheng.
Dalam pernyataan yang disampaikan usai pertemuan komite pengarah Dana Moneter Internasional (IMF), ia menyatakan, “Hal ini juga memicu fluktuasi tajam di pasar keuangan global,” yang pada akhirnya mengancam stabilitas keuangan global dan menimbulkan tantangan bagi negara-negara berkembang.
Pan menambahkan bahwa ada urgensi bagi negara-negara untuk memperkuat koordinasi kebijakan dan mendorong liberalisasi perdagangan.
Sebagai informasi, sebelumnya China telah membebaskan beberapa impor AS dari tarif tinggi sebagai tanda bahwa perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia bisa mereda. Namun, Beijing membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan negosiasi AS-China sedang berlangsung.
Dalam pernyataan tersebut, Pan juga menyebutkan bahwa bank sentral China akan menurunkan rasio persyaratan cadangan dan suku bunga kebijakan sesuai dengan perkembangan ekonomi dan keuangan baik domestik maupun internasional serta kinerja pasar keuangan.
“Kami akan mengadopsi bauran kebijakan untuk menjaga likuiditas tetap memadai, mengurangi biaya liabilitas bank, dan terus-menerus menurunkan biaya pembiayaan secara keseluruhan bagi ekonomi riil,” tambahnya.
Mengenai nilai tukar, Pan menjelaskan bahwa China akan “terus membiarkan pasar memainkan peran yang menentukan dalam pembentukan nilai tukar, sambil mempertahankan fleksibilitas nilai tukar.”
“Pada saat yang sama, kami akan lebih membimbing ekspektasi dan menjaga nilai tukar RMB agar stabil pada tingkat adaptif dan keseimbangan,” jelasnya.
