Putin Tertekan Akibat Serangan Pearl Harbor ala Rusia, Ini 3 Faktor Penyebabnya
Putin Tertekan Akibat Serangan Pearl Harbor ala Rusia, Ini 3 Faktor Penyebabnya
MOSKOW – Serangan berani pesawat nirawak Ukraina yang menargetkan sejumlah pangkalan udara di Rusia menandakan pelanggaran keamanan besar bagi Vladimir Putin, yang kemungkinan besar akan menyebabkan respons keras.
Blogger pendukung Kremlin menyebut serangan drone ini—yang menurut sumber keamanan Ukraina mengenai lebih dari 40 pesawat tempur Rusia—sebagai “Pearl Harbor ala Rusia,” merujuk pada serangan Jepang terhadap Amerika Serikat di tahun 1941 yang mendorong keterlibatan AS dalam Perang Dunia II.
Menurut laporan dari BERITA88, operasi Ukraina—yang melibatkan penggunaan pesawat nirawak kecil yang diselundupkan ke dalam Rusia, disembunyikan dalam gudang bergerak, dan diluncurkan dari truk—menunjukkan bagaimana teknologi dan kreativitas telah mengubah medan perang, memungkinkan Ukraina untuk memberikan kerusakan serius pada lawan yang lebih kuat.
1. Rusia Akan Membalas Dendam
Moskow harus merespons, dengan spekulasi sudah beredar di dunia maya mengenai apakah Presiden Putin akan kembali mengancam dengan penggunaan senjata nuklir.
“Kami berharap responsnya akan setara dengan respons AS terhadap serangan di Pearl Harbor atau bahkan lebih keras,” tulis blogger militer Roman Alekhin di saluran Telegramnya.
2. Menerapkan Strategi Jaring Laba-laba
Dikenal dengan nama sandi ‘Jaring Laba-laba’, misi pada hari Minggu tersebut merupakan hasil dari perencanaan selama satu setengah tahun, menurut sumber keamanan.
Dalam kurun waktu tersebut, dinas rahasia Ukraina berhasil menyelundupkan pesawat nirawak pandangan orang pertama (FPV) ke dalam Rusia, sebagaimana diungkapkan oleh sumber yang mengetahui operasi tersebut.
