politik

Putin Sanjung BRICS: Kerja Sama Tanpa Paksaan

Putin Sanjung BRICS: Kerja Sama Tanpa Paksaan

JAKARTA – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengungkapkan apresiasinya terhadap kolaborasi di antara anggota BRICS. Ia menegaskan bahwa Moskow berencana untuk terus menjalin kerja sama dengan anggota kelompok ini demi membentuk sistem kerja sama internasional yang setara. BRICS didirikan pada tahun 2009 sebagai alternatif dari aliansi Barat yang dipimpin oleh AS.

BRICS, yang merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, dan China, kemudian diikuti oleh Afrika Selatan yang bergabung pada tahun 2010. Kelompok negara-negara berkembang ini kemudian diperluas dengan masuknya Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran sebagai anggota baru.

“Bersama dengan mitra kami, terutama dalam asosiasi BRICS, kami berkomitmen untuk terus bekerja membangun sistem kerjasama internasional yang setara dan saling menguntungkan – tanpa diskriminasi, tekanan, atau sanksi,” ujar Putin dalam sambutannya yang ditujukan kepada peserta, penyelenggara, dan tamu Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF).

SPIEF tahun ini dimulai pada 18 Juni dan berlangsung hingga 21 Juni. Acara tahunan ke-28 ini diharapkan akan dihadiri oleh ribuan peserta dari negara-negara seperti Armenia, Afrika, Bahrain, Vietnam, Uni Eropa, India, Kazakhstan, Kyrgyzstan, China, Amerika Latin, Moldova, Mongolia, Thailand, dan Uzbekistan, serta anggota Uni Ekonomi Euraasia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.