politik

Merayakan 100 Tahun, Mahathir: Peradaban Modern Mengalami Kemunduran

Merayakan 100 Tahun, Mahathir: Peradaban Modern Mengalami Kemunduran

KUALA LUMPUR – Mahathir Mohamad telah mengabdikan lebih dari separuh hidupnya dalam dunia politik dan pelayanan publik. Kamis ini menjadi momen spesial saat ia merayakan usia seabad, menandakan lebih dari lima dekade terlibat dalam kekuasaan baik di Malaysia maupun di panggung internasional.

Memasuki usia 100 tahun adalah pencapaian langka bagi seorang pemimpin dunia, menjadikan pandangan mereka sangat berharga. Dalam wawancara dengan BERITA88, Mahathir berbagi pandangannya mengenai evolusi politik global yang telah ia saksikan selama seabad.

1. Demokrasi Tidak Sempurna

Mahathir yang menjabat sebagai perdana menteri dua kali, menjadi salah satu penggerak utama demokrasi di Malaysia. Namun, ia memiliki pandangan kritis dan skeptis terhadap demokrasi.

“Demokrasi adalah ciptaan manusia dan tidak sempurna. Anda perlu mengerti cara memanfaatkannya untuk mendapatkan hasil terbaik,” katanya dalam wawancara tersebut.

2. Menolak Sistem Multipartai

Berdasarkan pengalamannya, Mahathir mengkritik sistem multipartai dan menyarankan pendekatan yang lebih sederhana.

“Dalam demokrasi, sebaiknya hanya ada dua partai. Dengan dua partai saling bersaing, dan salah satu menang, Anda dapat memiliki pemerintahan yang kuat,” jelasnya.

“Namun, karena setiap orang ingin menjadi pemimpin, masyarakat terpecah menjadi kelompok kecil sehingga tidak dapat mencapai mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Karena itu, demokrasi sering kali gagal,” tambahnya.

3. Kegagalan Moral dalam Genosida di Gaza

Merujuk pada situasi geopolitik saat ini, Mahathir menyoroti konflik genosida di Gaza, mengkritik kekuatan global terutama Barat atas kegagalan moral mereka.

“Biasanya, saat melihat ketidakadilan seperti genosida di Gaza, tindakan harus diambil untuk menghentikannya. Namun, di sini kita tidak bisa menghentikannya karena di balik genosida tersebut ada Amerika, kekuatan besar,” ungkapnya.

“Amerika mengancam siapa pun yang mencoba menghentikan genosida. Ini menunjukkan kemunduran peradaban Barat,” tambahnya.

Mahathir menyesalkan hilangnya “nilai kebaikan dan moral,” dan mengatakan bahwa tindakan mereka telah turun ke tingkat yang “sebenarnya dianggap tidak beradab.”

4. Peradaban Modern Sudah Gagal

“Peradaban, peradaban modern kita, sudah gagal. Bahkan, saya akan mengatakan kita telah mundur menjadi sangat primitif dalam nilai-nilai beradab kita,” ujarnya.

Mengenai peran AS dalam serangan Israel yang berkelanjutan di Gaza, Mahathir berpendapat bahwa Washington telah “kehilangan kredibilitas” sebagai pemimpin global.

“Saat ini, kita tahu bahwa AS tidak peduli dengan hak asasi manusia, bahkan nyawa manusia, dan bahwa AS bukanlah model bagi seluruh dunia,” tegasnya.

5. Mewujudkan Negara Kaya

Mahathir lahir pada 10 Juli 1925, di Lorong Kilang Ais, Alor Setar, ibu kota negara bagian Kedah di Malaysia saat ini, yang saat itu merupakan protektorat Inggris.