Berita

Rekreasi dalam Islam: 7 Ayat Al-Qur’an yang Menganjurkannya

Rekreasi dalam Islam: 7 Ayat Al-Qur’an yang Menganjurkannya

Rekreasi atau wisata ternyata dibahas dalam Al-Qur’an. Setidaknya, terdapat tujuh ayat yang secara langsung mengaitkan perintah untuk berekreasi atau menikmati alam dengan perjalanan.

Dalam konteks Islam, wisata dikenal dengan istilah siyaahah yang berarti bepergian ke berbagai penjuru bumi (adz-dzihaab fi al-ardh), safar atau perjalanan, dan/atau wisata. Wisata dalam pandangan Islam harus menambah iman dengan merenungi kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala. Bahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda: ‘Sesungguhnya wisatanya umatku adalah berjihad di jalan Allah.’ (HR. Abu Daud).

Dalam Islam, wisata juga dikaitkan dengan ilmu pengetahuan. Pada masa awal Islam sudah ada perjalanan besar dengan tujuan mencari dan menyebarkan ilmu.

Al-Khatib Al-Bagdady menyusun kitab Ar-Rihlah Fi Tolabil Hadits yang berisi kisah orang-orang yang melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan satu hadits. Salah satu tujuan wisata dalam Islam adalah mengambil pelajaran dan peringatan.

1. Surat Al An’am ayat 11

‘Katakanlah: Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.’ (QS. Al-An’am: 11)

Di ayat lain, ‘Katakanlah: Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.’ (QS. An-Naml: 69)

Al-Qasimi rahimahullah mengatakan, ‘Mereka berjalan dan pergi ke beberapa tempat untuk melihat berbagai peninggalan sebagai nasihat, pelajaran dan manfaat lainnya.’ (Mahasinu At-Ta’wil, 16/225)

Salah satu tujuan mulia dari wisata dalam Islam adalah berdakwah, yang merupakan tugas para Rasul dan para nabi, serta orang-orang setelah mereka dari kalangan sahabat.

Para sahabat Nabi Saw telah menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk mengajarkan kebaikan kepada manusia, mengajak mereka kepada Islam.

2. Surat Al Ankabut ayat 20

Dalam pemahaman Islam, wisata adalah safar (travelling) untuk merenungi keindahan ciptaan Allah Ta’ala, menikmati alam yang agung sebagai pendorong jiwa untuk memperkuat keimanan terhadap keesaan Allah dan memotivasi pelaksanaan kewajiban hidup. Karena penyegaran jiwa diperlukan untuk memulai semangat kerja baru.