Angkatan Udara India Tak Langsung Akui Rafale Jatuh di Pakistan
ISLAMABAD
Dalam sebuah konferensi pers terkait Operasi Sindoor, Marsekal Udara India dari Angkatan Udara (IAF), A.K. Bharti, menghindari konfirmasi atas laporan jatuhnya jet Rafale oleh Angkatan Udara Pakistan (PAF).
Direktur Jenderal Operasi Militer (DGMO) India, Letnan Jenderal Rajiv Ghai, saat ditanyakan mengenai insiden tersebut, menyatakan bahwa “Kehilangan adalah bagian dari pertempuran,” namun enggan memberikan rincian lebih lanjut dengan alasan keamanan operasional.
Beliau memastikan bahwa semua pilot dari Angkatan Udara India yang terlibat telah kembali dengan selamat.
Menurut laporan dari sumber media, Pakistan mengklaim telah menyediakan bukti bahwa lima jet tempur India, termasuk tiga Rafale buatan Prancis, ditembak jatuh selama operasi tersebut.
Baca Juga
Setelah berkonflik selama 31 tahun dan menewaskan 40.000 orang, PKK akhirnya membubarkan diri.
Walaupun India belum secara resmi mengakui kerugian ini, berbagai media internasional melaporkan berdasarkan sumber yang menyatakan bahwa jet Rafale telah jatuh, menandakan potensi kerugian tempur pertama bagi pesawat tersebut.
Militer India menyatakan bahwa Operasi Sindoor berhasil mencapai targetnya. Namun, ketidakjelasan terkait kerugian pesawat memicu pertanyaan mengenai biaya dan efektivitas dari operasi tersebut.
Letnan Jenderal DGMO Rajiv Ghai menyebut bahwa militer India berhasil mencapai “kejutan total” dalam operasi ini dan menggambarkan respons Pakistan sebagai “tidak menentu dan bingung.”
Saat ditanya lebih lanjut tentang kerugian yang dialami Angkatan Udara India, pejabat terkait tidak memberikan penjelasan detail. Letnan Jenderal Ghai mengatakan bahwa “Kehilangan adalah bagian dari pertempuran,” namun menolak untuk memberikan informasi lebih rinci, menambahkan bahwa “Kami berada dalam situasi konflik dan tidak dapat mengungkapkan secara spesifik.” Dia juga memastikan bahwa semua pilot IAF telah kembali dengan selamat.
Konferensi pers tersebut dipenuhi dengan pertanyaan dari wartawan mengenai laporan yang mengatakan bahwa Pakistan telah menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga Rafale yang dianggap sebagai salah satu aset paling canggih dari IAF.
