Berita

Brutal! Seorang Muslim Tewas di Masjid Prancis, Macron Berikan Tanggapan

PARIS – Presiden Macron Tanggapi Kasus Pembunuhan di Masjid Prancis

Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa rasisme dan kebencian tidak memiliki tempat di Prancis. Pernyataan ini disampaikan setelah seorang Muslim menjadi korban penikaman berulang kali hingga meninggal dunia di sebuah masjid pada hari Jumat.

Pelaku tidak hanya melakukan pembunuhan, namun juga mengeluarkan hinaan terhadap agama Islam.

“Di Prancis, tidak boleh ada ruang untuk rasisme dan kebencian berbasis agama. Kebebasan beribadah harus dilindungi,” kata Macron melalui platform X dalam tanggapan pertamanya mengenai pembunuhan keji ini, sebagaimana diberitakan oleh BERITA88.

Pelaku, yang masih dalam pengejaran, menikam Aboubakar Cisse, seorang pemuda asal Mali berusia sekitar 20 tahun beberapa kali dan merekamnya dengan ponsel sambil mencaci Islam. Insiden ini terjadi di masjid La Grand-Combe, wilayah Gard.

Francois Bayrou, Perdana Menteri Prancis, mengutuk tindakan tersebut sebagai “kekejaman Islamofobia”, meskipun jaksa penuntut menekankan bahwa Islamofobia hanya salah satu dari beberapa motif yang diselidiki.

Pada hari Minggu, sekitar 1.000 orang melakukan pawai di La Grand Combe, sebuah kota kecil dengan populasi 5.000 orang, untuk mengenang korban.

Tersangka mengirimkan video rekaman yang menunjukkan korban dalam kesakitan kepada orang lain, yang kemudian menyebarkannya di media sosial sebelum akhirnya menghapusnya.

Sumber dekat penyelidikan, yang memilih anonim, mengungkapkan bahwa tersangka, meski belum ditahan, telah diidentifikasi sebagai warga negara Prancis asal Bosnia yang bukan Muslim.

Insiden ini terjadi saat korban dan pelaku hanya berdua di dalam masjid.