Teknologi

Setelah Finlandia, Inggris, dan Belanda, Prancis Bangun Pabrik Drone di Ukraina

MOSKOW – Prancis Membangun Pabrik Drone di Ukraina

Invasi Rusia pada tahun 2022 dan perlawanan Ukraina selama lebih dari tiga tahun telah menjadikan drone sebagai salah satu senjata paling strategis di abad ke-21. Namun, menurut pihak militer, Prancis hingga kini ‘belum cukup siap’ menghadapi perubahan dalam peperangan ini.

Dalam strategi pengurangan dan pergolakan yang terjadi dalam perang di Ukraina, drone FPV dengan cepat menjadi elemen yang umum dan sangat vital.

Rusia, yang pada awalnya mengandalkan Shahed dari Iran, segera memobilisasi kekuatan ekonomi perangnya untuk memproduksi drone secara mandiri.

Ukraina, meski tidak memiliki kapasitas produksi yang setara, tetap gigih dan bergantung pada kemampuan inovasinya, baik dalam hal konstruksi dan pengembangan modelnya sendiri maupun efektivitas penggunaannya – seperti yang terlihat dalam operasi ‘Jaring Laba-laba’ baru-baru ini – serta dalam ‘penggunaan kembali’ drone yang diluncurkan oleh lawan-lawannya.

Saat ini, Kyiv dapat mengandalkan beberapa dukungan kunci dalam perang ini dari jarak jauh: perusahaan otomotif dan pertahanan Prancis berencana memproduksi drone di tanah Ukraina.

Seperti yang dilaporkan radio publik Prancis pada sore hari, raksasa otomotif Renault Group akan memproduksi drone tersebut.