Mengenal Jaish-e Mohammed: Kelompok Militan Kashmir yang Diserang India
Jaish-e Mohammed: Kelompok Militan Kashmir yang Diserang Jet Tempur India
PUNJAB – Jaish-e-Mohammad (JeM), sebuah kelompok militan yang berbasis di Pakistan, menjadi sasaran serangan militer dari India. Kelompok ini memiliki misi untuk menggabungkan wilayah Kashmir dengan Pakistan dan telah dituduh bertanggung jawab atas serangan-serangan di India dan Kashmir.
Pemimpin kelompok ini, Maulana Masood Azhar, menyatakan bahwa 10 anggota keluarganya dan empat rekan dekatnya tewas dalam serangan jet tempur India di Masjid Subhan Allah di Bahawalpur, Pakistan.
Sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu oleh kelompok tersebut menyebutkan bahwa korban tewas termasuk saudara perempuannya dan suaminya, keponakannya dan istrinya, seorang keponakan perempuan, serta lima anak dari keluarganya. JeM juga terlibat dalam serangan bom bunuh diri pada Februari 2019 yang menewaskan 40 tentara di Kashmir yang dikelola India, memperburuk hubungan antara kedua negara bertetangga ini.
Selain itu, kelompok tersebut melaporkan bahwa tiga orang pembantu dekat Azhar dan ibu dari salah satu dari mereka turut menjadi korban serangan ini.
Sejarah Berdirinya Jaish-e Mohammed
1. Didirikan oleh Ulama Muslim
Ulama Muslim di Pakistan, Masood Azhar, mendirikan kelompok ini setelah dibebaskan oleh India pada tahun 1999. Azhar adalah satu dari tiga orang yang dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran untuk pembebasan awak dan penumpang pesawat Indian Airlines yang dibajak dan diterbangkan ke Afghanistan yang saat itu dikuasai oleh Taliban. Saat berada di Afghanistan, Azhar dilaporkan bertemu dengan mantan pemimpin Taliban Mullah Omar dan dengan pemimpin al-Qaeda Osama Bin Laden.
2. Aktivitas di Pakistan
India menuduh JeM atas serangan terhadap parlemen di New Delhi pada Desember 2001, meski JeM menyangkal klaim tersebut. Kelompok ini secara resmi dilarang di Pakistan setelah insiden tersebut, namun tetap beroperasi dengan nama-nama seperti Afzal Guru Squad, Al-Murabitoon, dan Tehreek-al-Furqan. Komandan JeM, Noor Mohammad Tantray, tewas dalam operasi oleh pasukan India pada Desember 2017, yang dianggap sebagai pukulan bagi kelompok ini.
3. Kontroversi di Pakistan
Meskipun demikian, kekerasan tidak berhenti, dan laporan dari media India menyebutkan bahwa dukungan terselubung dari Pakistan mungkin telah memungkinkan kelompok ini untuk berkembang. Namun, JeM juga telah menyerang target militer Pakistan dan bahkan berusaha membunuh mantan pemimpin Pervez Musharraf pada tahun 2003 meskipun ada tuduhan bahwa Pakistan melindungi kelompok tersebut.
