Siapa Maryam Nawaz? Menteri Besar Punjab yang Menyatakan Tidak Ada Musuh yang Berani Menghadapi Pakistan
Siapa Maryam Nawaz? Menteri Besar Punjab yang Menyatakan Tidak Ada Musuh yang Berani Menghadapi Pakistan
ISLAMABAD – Maryam Nawaz, yang menjabat sebagai Menteri Besar Punjab di Pakistan, menyambut dengan baik keputusan Perdana Menteri Shehbaz Sharif untuk merayakan Hari Syukur. Ia menegaskan bahwa mereka akan membangun Pakistan yang tidak akan berani dipandang oleh musuh dengan niat jahat.
Dalam pesannya saat peringatan Hari Syukur, Maryam Nawaz menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan dalam menggagalkan niat buruk musuh, setelah respon tegas terhadap agresi India. Menurutnya, hari itu bukan hanya hari syukur, tetapi juga hari kemenangan untuk martabat, keberanian, dan persatuan nasional.
1. Menyebut Militer Pakistan sebagai Pemberani
Maryam Nawaz menyebutkan bahwa Militer Pakistan adalah lembaga yang berani, profesional, dan cakap. Angkatan bersenjata Pakistan tidak hanya menanggapi agresi India dengan senjata tetapi juga dengan strategi cerdas. Pasukan tersebut berhasil menjatuhkan pesawat musuh, menunjukkan kepada dunia bahwa pertahanan Pakistan tidak bisa ditembus dan bahwa negara tersebut tidak akan mundur dalam mempertahankan diri.
2. Pengorbanan Tentara Pakistan Tidak Akan Sia-sia
Sang Menteri Besar Punjab juga menyampaikan penghormatan kepada para prajurit yang berani menghadapi musuh. Para prajurit tersebut memperlihatkan bahwa Pakistan adalah negara yang cinta damai tetapi tidak lemah. Kepemimpinan yang tulus, persatuan nasional, dan angkatan bersenjata yang tak terkalahkan adalah kekuatan utama Pakistan. Maryam Nawaz menambahkan bahwa pengorbanan para martir tidak akan sia-sia; generasi muda akan diberdayakan melalui pendidikan dan teknologi, membangun Pakistan yang tidak akan berani dipandang oleh musuh dengan niat buruk.
3. Menteri Besar Perempuan Pertama di Pakistan
Maryam Nawaz, putri dari mantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif, telah menjadi kepala menteri perempuan pertama di Punjab, provinsi terpadat di negara tersebut. Pemilihannya ke posisi ini dipuji oleh para aktivis hak-hak perempuan dan politisi sebagai langkah maju dalam pemberdayaan perempuan di Pakistan yang patriarki. Nawaz terpilih pada sesi majelis Punjab, mengalahkan kandidat dari partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) milik mantan Perdana Menteri Imran Khan. Pengangkatannya sudah diantisipasi karena partainya, Partai Liga Muslim Pakistan (PML-N), menjadi partai terbesar di majelis Punjab setelah pemilihan nasional. Ia menyatakan bahwa pengangkatannya merupakan “kehormatan” bagi setiap wanita di Pakistan, dan “menjadi seorang wanita, seorang anak perempuan, tidak akan menghalangi impian Anda.”
Mehnaz Rehman, seorang aktivis hak-hak perempuan, menyatakan bahwa pengangkatan Nawaz adalah dorongan simbolis bagi status perempuan di Pakistan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada batasan dalam mendorong isu-isu hak perempuan. “Ia akan menjadi bagian dari sistem yang sama dan perlu dilihat bagaimana ia menavigasi melalui ini. Saya berharap ia akan menggunakan posisinya untuk melindungi hak-hak perempuan dan memastikan pemberdayaan mereka,” kata Rehman.
4. Mengemban Misi Reformasi
Punjab dikenal sebagai salah satu provinsi paling konservatif secara agama di Pakistan, di mana perempuan tidak selalu memiliki hak yang sama. Maryam Nawaz menghadapi tantangan besar dalam mendorong reformasi dan pemberdayaan perempuan di wilayah tersebut.
