politik

Djarot PDIP: Penulisan Ulang Sejarah Harus Berdasarkan Fakta

JAKARTA – PDIP Ingatkan Pemerintah Soal Penulisan Ulang Sejarah

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengingatkan pemerintah agar lebih berhati-hati dalam menyusun kembali sejarah. Penulisan ini harus didasarkan pada fakta yang benar-benar terjadi dalam sejarah.

Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, menekankan bahwa sejarah tidak seharusnya ditulis ulang hanya berdasarkan perspektif pihak tertentu. “Penulisan sejarah harus benar-benar sesuai dengan fakta sejarah, bukan sekadar ‘cerita mereka yang menang’, melainkan cerita perjuangan bangsa kita,” ujar Djarot setelah mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, yang digelar di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).

Selain itu, PDIP juga menekankan pentingnya agar tidak ada peristiwa sejarah yang disembunyikan. Oleh karena itu, penulisan ulang sejarah harus dilakukan dengan keterbukaan.

“Jangan sampai sejarah itu diputarbalikkan. Kita harus memastikan penulisan sejarah dilakukan dengan transparansi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Djarot juga menyoroti fakta sejarah mengenai kelahiran dan wafatnya Presiden pertama RI sekaligus proklamator Bangsa, Soekarno. Diketahui bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat pada 21 Juni 1970.

“Saya selalu menegaskan bahwa Bung Karno lahir di Surabaya, meskipun masih banyak yang salah menyebut bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Bung Karno lahir di Surabaya pada 6 Juni,” jelasnya.