Berita

Strategi Dedolarisasi BRICS: India Membuka Perdagangan dengan Rupee untuk 30 Negara

Strategi Dedolarisasi BRICS: India Membuka Perdagangan dengan Rupee untuk 30 Negara

JAKARTA – India kini mengambil langkah signifikan guna memperkuat posisi rupee di pasar dunia dengan memungkinkan 30 negara, termasuk anggota BRICS, untuk berdagang menggunakan mata uang rupee. Kebijakan ini dianggap sebagai tanggapan atas tekanan ekonomi, terutama dari Amerika Serikat.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS, yang menerapkan tarif sebesar 25% terhadap India. Trump menuduh India melakukan kebijakan yang merugikan AS dan juga menerapkan sanksi karena India terus membeli minyak mentah dan peralatan militer dari Rusia, meskipun terdapat sanksi internasional.

Trump secara terbuka menuduh negara-negara BRICS, khususnya India, berusaha mendorong dedolarisasi dengan memprioritaskan mata uang domestik dalam transaksi perdagangan. Sebagai respons dan langkah antisipasi, India telah menjalin kerja sama dengan hampir 30 negara untuk memfasilitasi pembayaran dalam rupee melalui rekening bank Vostro khusus. Rekening Vostro ini memungkinkan bank domestik India untuk memproses pembayaran dari berbagai negara dan bisnis asing dalam rupee.

Bank Sentral India (RBI) baru-baru ini menghapuskan batasan investasi pada rekening Vostro untuk mempercepat penggunaan perdagangan berbasis rupee. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menginternasionalkan rupee, sehingga memudahkan negara lain untuk melakukan pembayaran lintas batas tanpa bergantung pada dolar AS.

Mekanisme ini memungkinkan mitra dagang India untuk membuka rekening Vostro dan melakukan transfer rupee secara langsung, yang pada akhirnya dapat menghemat biaya valuta asing yang sering kali mengurangi sebagian besar dana transfer untuk klien internasional.

Menurut laporan dari Watcher Guru, sejumlah 22 negara saat ini telah menggunakan mekanisme rekening Vostro dalam transaksi mereka dengan India. Negara-negara ini termasuk Bangladesh, Belarus, Botswana, Fiji, Jerman, Guyana, Israel, Kazakhstan, Kenya, Malaysia, Maladewa, Mauritius, Myanmar, Selandia Baru, Oman, Rusia, Seychelles, Singapura, Sri Lanka, Tanzania, Uganda, dan Inggris.