Berita

India Pertahankan Impor Minyak dari Rusia Demi Hubungan Strategis

India Pertahankan Impor Minyak dari Rusia Demi Hubungan Strategis

JAKARTA – India menegaskan komitmennya untuk terus mengimpor minyak mentah dari Rusia dengan jumlah 1,75 juta barel per hari, walaupun mendapat tekanan dan ancaman sanksi sekunder dari Amerika Serikat. Pemerintah di New Delhi menyatakan bahwa mereka tidak akan mengorbankan hubungan strategis dengan Moskow yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Kementerian Luar Negeri India menegaskan bahwa kolaborasi energi dengan Rusia bersifat “stabil dan telah teruji waktu”. Menurut mereka, relasi ini tidak semestinya dipengaruhi oleh kepentingan negara lain, termasuk tekanan politik dari Washington.

Ancaman sanksi dari AS muncul setelah India melakukan pembelian besar-besaran minyak dari Rusia sejak konflik di Ukraina pecah. AS berpendapat bahwa transaksi tersebut dapat mendanai usaha perang Rusia dan berusaha membatasi pendapatan energi Moskow. Namun, India menolak untuk menyerah, menyatakan bahwa pembelian minyak tersebut adalah demi kepentingan nasional guna menjaga stabilitas ekonomi.

Ketegangan ini terjadi dalam konteks dinamika kelompok BRICS, yang semakin menunjukkan resistensi terhadap dominasi ekonomi Barat. Aliansi ini, yang awalnya diusulkan sebagai konsep ekonomi oleh Jim O’Neill dari Goldman Sachs pada 2001, kini berfungsi sebagai platform kerjasama alternatif di luar sistem keuangan global yang dipimpin oleh AS.

Brasil, sebagai contoh, tetap bertahan meskipun tarif impor AS terhadap produknya meningkat hingga 50%. Pemerintah Presiden Lula da Silva menolak campur tangan Washington, termasuk dalam kasus mantan Presiden Jair Bolsonaro yang kini berada dalam tahanan rumah.

Sementara itu, Afrika Selatan juga menunjukkan ketahanan ekonomi dengan mengendalikan inflasi dan menarik investasi asing, meski terkena tarif AS sebesar 30%. Menurut laporan dari Watcher Guru, Bank Sentral India (RBI) dikabarkan mempertahankan stabilitas USD/INR di sekitar 88 dengan fleksibilitas rupee yang meningkat seiring inflasi yang terkendali. Langkah ini semakin memperkuat posisi India dalam menghadapi fluktuasi pasar global.