Berita

Jerman Mengalihkan Fokus pada Drone Taiwan untuk Mengurangi Ketergantungan pada China dan AS

Jerman Mengalihkan Fokus pada Drone Taiwan untuk Mengurangi Ketergantungan pada China dan AS

BERLIN – Perusahaan Jerman yang ingin memperluas sumber pesawat nirawak mereka di luar China kini mulai melirik Taiwan sebagai opsi yang menjanjikan.

Menurut laporan yang dirilis bulan ini oleh DSET, sebuah lembaga pemikir Taiwan yang berfokus pada demokrasi, masyarakat, dan teknologi baru, Jerman telah menjadi importir terbesar kedua untuk drone buatan Taiwan pada kuartal pertama tahun 2025.

“Kami berusaha untuk lebih mandiri dari China dalam hal drone,” ungkap Verena Jackson, seorang peneliti di Pusat Studi Intelijen dan Keamanan (CISS) di Universitas Angkatan Bersenjata Jerman.

Beijing memandang Taiwan, yang memiliki pemerintahan sendiri, sebagai provinsi yang terpisah, dan secara aktif menghalangi hubungan diplomatik dan perdagangan antara Taipei dan negara-negara lain.

Karena hubungan ekonomi Jerman yang dekat dengan China, Beijing kemungkinan akan kesal dengan keputusan Berlin untuk beralih ke drone buatan Taiwan atau komponen utama sebagai pengganti drone buatan China.

1. Taiwan Jadi Alternatif Terbaik

Meskipun China masih mendominasi pasar drone dengan perkiraan pangsa produksi global sebesar 70-80%, Taiwan muncul sebagai “bintang yang sedang naik daun” dalam rantai pasokan, kata Jackson.

“Keuntungan bagi perusahaan Taiwan adalah kami mencoba melakukan segala sesuatunya tanpa campur tangan China. Hal ini sangat menarik bagi mitra Eropa kami,” ujar Hong-Lun Tiunn, Wakil Direktur Program Keamanan Nasional di DSET.

2. Drone Taiwan Berbeda dengan China

Sejak 2022, Taiwan telah meningkatkan upayanya untuk mengembangkan industri drone sendiri dan membangun rantai pasokan yang bebas dari pengaruh China.

Ini merupakan bagian dari strategi pertahanan Taipei terhadap potensi invasi oleh Beijing.

Dalam skenario konflik, Taiwan bisa menjadi target blokade China tanpa akses pengiriman.

“Jadi, kami perlu memiliki kapasitas untuk memproduksi semua jenis komponen (drone) sendiri,” kata Tiunn.

3. Eropa Jadi Pasar Drone Utama bagi Taiwan

Sejak paruh kedua tahun 2024, Eropa telah melampaui Amerika Serikat sebagai tujuan ekspor utama drone Taiwan, menurut laporan DSET.

Perubahan ini terjadi saat China memperketat kontrol ekspor pada drone dan komponennya, terutama yang memiliki kemampuan militer atau penggunaan ganda, dengan alasan masalah keamanan nasionalnya sendiri.