politik

Garis Waktu Perseteruan Musk vs Trump: Pertarungan Dua Tokoh Besar Dunia

Garis Waktu Perseteruan Musk vs Trump: Pertarungan Dua Tokoh Besar Dunia

JAKARTA – Hubungan yang sempat terjalin antara Presiden AS, Donald Trump dan Elon Musk dalam beberapa bulan terakhir mendadak runtuh. Orang terkaya di dunia dan salah satu tokoh paling berkuasa ini terlibat dalam perseteruan yang mencuat ke publik, saat mereka saling menyerang di media sosial.

Setelah meninggalkan posisinya di Gedung Putih sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), Musk meluncurkan serangkaian tweet selama seminggu yang mengkritik kebijakan Trump. Ia menyatakan bahwa rencana tersebut hanya akan memperburuk utang federal.

“Saya minta maaf, tetapi saya tidak bisa menahannya lagi,” tulis Musk pada hari Selasa di X, mengecam undang-undang tersebut dalam posting pertamanya.

Baca Juga: Perseteruan Trump-Musk Memicu Krisis Terbesar Sejarah NASA

Musk menggambarkan undang-undang itu sebagai “abominasi besar yang penuh dengan pengeluaran yang tidak perlu… menjijikkan.”

Untuk pertama kali, Musk menyerang kebijakan Trump secara langsung sebelum Trump bertemu dengan Merz, dengan mengunggah ulang tweet presiden dari tahun 2013 terkait batas utang. Dalam tweet lainnya minggu ini yang menargetkan “One Big Beautiful Bill,” Musk mengancam Partai Republik yang mendukungnya.

Orang terkaya di dunia ini memperingatkan bahwa “pada November tahun depan, kami akan memecat semua politisi yang mengkhianati rakyat Amerika” dan meminta anggota parlemen untuk “BUNUH RUU itu.”

Kronologi perseteruan Elon Musk dan Donald Trump:

– Jam 11:20 malam, Kamis (5 Juni 2025)

Musk melancarkan serangan langsung pertamanya terhadap Trump di tengah upaya menghapus batas utang pemerintah. Ia mengunggah kembali tweet dari Trump pada tahun 2013, menyatakan bahwa dia tidak percaya dan ‘malu’ bahwa Partai Republik memperpanjang batas utang, dengan catatan ulang ‘kata-kata bijak’.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa batas utang seharusnya ‘sepenuhnya dihapus’ sebagai bagian dari undang-undang yang akan menaikkan batas utang sebelum kedaluwarsanya pada bulan Agustus 2025.

– Jam 12 siang

Trump menanggapi kritik Musk, mengisyaratkan bahwa penolakan CEO Tesla karena dirinya “kesal” kredit pajak kendaraan listrik dicabut. Ia juga menambahkan bahwa dia tidak yakin akan tetap bersahabat dengan Musk dan menuduh Musk “tahu seluk-beluk undang-undang tersebut.”

Trump juga mengatakan bahwa Musk mengalami apa yang dia sebut sebagai “sindrom penyangkalan Trump,” yang menurut Trump terjadi ketika orang-orang meninggalkan pemerintahan dan berbalik melawan presiden.

– Jam 12:25 siang

Musk menyatakan bahwa dia tidak menolak undang-undang tersebut karena kredit pajak EV dicabut: “Salah, undang-undang ini tidak pernah ditunjukkan kepada saya dan disahkan di malam hari dengan cepat sehingga hampir tidak ada orang di Kongres yang bisa membacanya!” tulis Musk dalam cuitannya.

– Jam 12:46

Selanjutnya, Musk menyatakan, ‘tanpa saya’ Trump akan kalah dalam pemilihan, Demokrat akan menguasai dewan, dan Republik akan memiliki mayoritas yang lebih sempit di Senat, setelah Musk menyumbangkan lebih dari USD250 juta untuk kampanye Trump. Ia juga menuduh Trump dalam tweet berikutnya sebagai seseorang yang tidak tahu berterima kasih.

– 2:37 siang