Institusi Tony Blair Dituduh Terlibat dalam Proyek Relokasi Etnis di Gaza
GAZA – Dugaan Keterlibatan Tony Blair Institute dalam Proyek Kontroversial di Gaza
Tony Blair Institute (TBI) diduga terlibat dalam rencana yang dianggap banyak pihak sebagai cetak biru untuk pembersihan etnis di Gaza. Kabar ini muncul setelah terungkap bahwa lembaga yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris tersebut terlibat dalam proyek perencanaan pascaperang yang kontroversial dan mengusulkan pemindahan massal warga Palestina.
Rencana relokasi warga Gaza ini pertama kali diungkap oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Detail keterlibatan TBI terungkap dalam investigasi yang dilakukan oleh BERITA88. Terungkap bahwa skema tersebut, yang dirancang oleh seorang pengusaha Israel dan dimodelkan oleh Boston Consulting Group (BCG), mencakup insentif ekonomi untuk secara paksa ‘merelokasi’ hingga setengah juta warga Palestina dan mengubah daerah yang terkepung itu menjadi zona investasi mewah yang dikenal sebagai ‘Gaza Riviera’.
BCG mengembangkan model keuangan yang memperkirakan biaya pemindahan hingga 500.000 warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari proyek yang secara internal diberi nama ‘Aurora’.
Model ini mencakup ‘paket relokasi’ senilai sekitar USD9.000 per orang, yang disajikan sebagai sukarela tetapi secara luas dikritik sebagai skema terselubung untuk memindahkan penduduk Gaza.
Di saat yang sama, staf dari TBI dilaporkan telah berpartisipasi dalam grup pesan dan panggilan perencanaan di mana mereka mendiskusikan proposal internal untuk transformasi ekonomi Gaza pascaperang.
Ini termasuk visi ‘Gaza Riviera’, pulau-pulau buatan yang terinspirasi dari pembangunan di Dubai, zona perdagangan berbasis blockchain, dan pusat manufaktur dengan pajak rendah.
Meski TBI kemudian menjauhkan diri dari rencana akhir, keterlibatannya yang terdokumentasi menimbulkan kekhawatiran serius tentang perannya dalam upaya mengubah demografi Gaza dengan kedok rekonstruksi.
Menurut BERITA88, BCG dipekerjakan pada Oktober 2024 oleh Orbis, kontraktor yang berbasis di Washington, untuk membantu mendirikan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang kontroversial.
