Berita

Trump Targetkan Pembeli Minyak Rusia, Ketegangan Politik Meningkat

Trump Targetkan Pembeli Minyak Rusia, Ketegangan Politik Meningkat

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menerapkan ancaman tarif sebagai alat kebijakan luar negeri, kali ini menyasar negara-negara yang membeli minyak dari Rusia. Langkah ini diambil untuk mendesak Moskow agar segera menyepakati perdamaian di Ukraina.

Pada hari Rabu, pemerintah AS memulai langkah ini dengan menggandakan tarif atas produk dari India, dari 25 persen menjadi 50 persen. India dikenal sebagai salah satu pembeli utama minyak Rusia setelah sanksi Barat diberlakukan pasca invasi ke Ukraina.

Meskipun belum ada kesepakatan yang dicapai dengan China, yang merupakan importir terbesar minyak Rusia, Gedung Putih menyatakan bahwa Trump mungkin akan mengumumkan sanksi tambahan terhadap negara-negara lain yang masih membeli minyak dari Rusia.

Ini bukanlah kali pertama Trump menggunakan tarif untuk mendorong agenda politik di luar perdagangan. Sebelumnya, ia telah mengancam Brasil, Denmark, hingga Kanada terkait isu-isu seperti Greenland, fentanyl, dan mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Kebijakan tarif sekunder ini diperkirakan akan memberikan tekanan ekonomi besar bagi Rusia, mengingat penjualan minyak adalah salah satu sumber utama pembiayaan perang Presiden Vladimir Putin. Namun, langkah ini juga membawa risiko politik bagi Trump menjelang pemilu sela tahun depan.