Trump Sanjung Presiden Suriah: Seorang Pemimpin yang Kuat dan Berkarisma
Trump Sanjung Presiden Suriah: Seorang Pemimpin yang Kuat dan Berkarisma
RIYADH – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengingat pertemuannya dengan presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa.
Ia menyebutkan bahwa pertemuan singkat di Arab Saudi berlangsung dengan sangat baik. Trump menggambarkan Presiden Suriah tersebut sebagai “pria muda yang menawan, seorang yang tangguh dengan masa lalu yang kuat sebagai pejuang.”
“Ia memiliki kesempatan nyata untuk mempertahankannya. Saya berbicara dengan Presiden Erdogan, yang sangat bersahabat dengannya. Dia merasa bahwa ia memiliki peluang untuk melakukan pekerjaan yang hebat. Negara ini telah hancur,” ungkap Trump, menurut laporan dari BERITA88.
Presiden AS juga menambahkan bahwa ia optimis Suriah akan bergabung dengan Perjanjian Abraham di masa depan, untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
“Saya pikir mereka harus memperbaiki diri. Saya katakan kepadanya, ‘Saya harap Anda akan bergabung saat keadaan sudah membaik.'”
“Ia menjawab, ‘Ya.’ Namun, mereka masih memiliki banyak hal yang harus diselesaikan,” tambahnya.
Dalam pertemuan antara Trump dan Ahmed al-Sharaa, Trump memberikan lima instruksi kepada pemimpin tersebut. Instruksi tersebut meliputi menandatangani Perjanjian Abraham untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, meminta semua “teroris asing” meninggalkan Suriah, menunjuk “teroris Palestina” untuk dideportasi, membantu Amerika Serikat mencegah kebangkitan kelompok yang dikenal sebagai Negara Islam, dan bertanggung jawab atas pusat-pusat penahanan terkait kelompok tersebut di timur laut Suriah.
Pertemuan antara Donald Trump dan Ahmed al-Sharaa memang relatif singkat, tetapi pertemuan itu sangat penting karena benar-benar terlaksana.
Sejak menggulingkan Bashar al-Assad dari kekuasaan pada akhir tahun lalu, Sharaa aktif berupaya meyakinkan para pemimpin asing bahwa ia membawa harapan baru bagi masa depan Suriah, meskipun dia memiliki sejarah sebagai seorang jihadis.
