Utang China Senilai Rp55 Triliun Sewaktu-waktu Bisa Menjerat Pakistan
Utang China Senilai Rp55 Triliun Sewaktu-waktu Bisa Menjerat Pakistan
JAKARTA – China telah memberikan pinjaman sebesar USD3,4 miliar atau sekitar Rp55 triliun kepada Pakistan, ungkap dua pejabat senior pemerintah Pakistan kepada BERITA88. Penangguhan utang dari China ini akan membantu meningkatkan cadangan devisa Islamabad, yang merupakan salah satu syarat dari Dana Moneter Internasional atau IMF.
Beijing telah memperpanjang utang USD2,1 miliar yang disimpan di cadangan bank sentral Pakistan selama tiga tahun terakhir dan memperbarui pinjaman komersial sebesar USD1,3 miliar lainnya, yang telah dibayar kembali oleh Islamabad dua bulan lalu, menurut sumber tersebut. Para pejabat ini meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka tidak diizinkan untuk membahas masalah ini kepada publik sebelum pengumuman resmi.
Selain itu, Pakistan juga telah menerima USD1 miliar dari bank-bank komersial Timur Tengah dan 500 juta dolar dari pembiayaan multilateral, kata salah satu pejabat. “Ini membawa cadangan kami sesuai dengan target IMF,” tambahnya.
Pinjaman yang terutama berasal dari China ini sangat penting untuk memperkuat cadangan devisa Pakistan yang cukup rendah, yang diperlukan IMF untuk melebihi USD14 miliar pada akhir tahun fiskal saat ini pada 30 Juni. Pihak berwenang Pakistan menyatakan bahwa ekonomi negara ini telah stabil melalui reformasi yang sedang berlangsung di bawah bantuan IMF sebesar USD7 miliar.
Jerat Utang China
Institut Lowy di Australia merilis laporan yang menyebutkan bahwa 75 negara termiskin di dunia memiliki utang kepada China dengan nilai total mencapai USD22 miliar. Jumlah ini setara dengan dua pertiga dari semua utang negara-negara di dunia kepada China yang mencapai USD35 miliar.
