Wajah Ganda Dubai: Kota Futuristik yang Membatasi Panggilan WhatsApp untuk Melindungi Industri Telekomunikasi
Wajah Ganda Dubai: Kota Futuristik yang Membatasi Panggilan WhatsApp untuk Melindungi Industri Telekomunikasi
JAKARTA – Dubai dikenal dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dan gaya hidup mewah yang menjadi topik pembicaraan global, memproyeksikan dirinya sebagai pusat masa depan.
Namun, ada ironi di balik kemajuan teknologinya: Anda tidak dapat bebas melakukan panggilan suara atau video melalui WhatsApp di kota ini.
Bagi jutaan penduduk, wisatawan, dan pelaku bisnis di Dubai, upaya untuk menelepon keluarga atau kolega melalui WhatsApp akan berujung pada keheningan. Meski pesan teks dan gambar dapat dikirim dengan mudah, fitur panggilan yang menjadi inti komunikasi modern tampaknya sengaja dibatasi.
Ini adalah sebuah paradoks yang membingungkan: kota yang sangat maju tetapi menerapkan kebijakan komunikasi yang terasa kuno. Jadi, mengapa Dubai membatasi salah satu aplikasi komunikasi paling popular di dunia?
Alasan Keamanan atau Motif Ekonomi?
Secara resmi, Otoritas Regulasi Telekomunikasi (TDRA) Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa pembatasan terhadap layanan VoIP (termasuk panggilan WhatsApp) didasarkan pada peraturan dan pertimbangan keamanan nasional.
