politik

Wakil Ketua Komisi VII DPR Dorong Pemerintah Jaga Status Kaldera Toba di UNESCO

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty Soroti Geopark Kaldera Toba

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty, memberi perhatian serius terhadap Geopark Kaldera Toba di Sumatera Utara yang menerima peringatan atau kartu kuning dari UNESCO Global Geopark (UGGp).

Evita mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah yang ada agar Kaldera Toba tidak dihapus dari daftar UGGp. Dia menekankan bahwa ancaman pencabutan status UNESCO Global Geopark (UGGp) Kaldera Toba bukan hanya masalah pariwisata, tapi lebih penting lagi dapat mempengaruhi sektor pariwisata dan ekonomi negara.

Menurut Evita, status Kaldera Toba yang terancam dicabut sebagai warisan geografis dunia adalah sinyal peringatan bagi lemahnya pengelolaan warisan geologi nasional.

“Kita harus mengakui bahwa peringatan yellow card dari UNESCO adalah tamparan keras terhadap cara kita mengelola kekayaan geologi nasional. Peringatan ini adalah bukti nyata ketidaksiapan kita dalam melindungi aset bumi yang memiliki nilai strategis tinggi, termasuk dalam pengelolaan warisan geologi Indonesia yang juga bermanfaat bagi sektor pariwisata kita,” ujar Evita Nursanty, Jumat (23/5/2022).

Geopark Kaldera Toba Mendapat Peringatan dari UNESCO

Geopark Kaldera Toba mendapatkan peringatan atau kartu kuning dari UNESCO Global Geopark (UGGp) berdasarkan keputusan sidang pada September 2023. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB tersebut menemukan kelemahan dalam pengelolaan taman bumi ini.

Peringatan tersebut diberikan karena pengelolaan yang belum optimal. Masalah seperti kurangnya keterpaduan antara pemangku kepentingan dalam mengelola Kaldera Toba, serta minimnya keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan edukatif dan pariwisata berkelanjutan di Geopark Kaldera Toba masih menjadi persoalan.

Selain itu, tim penilai dari UNESCO juga melihat bahwa belum ada standar penyampaian informasi di setiap situs geologi. Bahkan, fasilitas pendukung yang ada di Geopark Kaldera Toba dinilai tidak memadai dan kurang terawat.

Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark juga dianggap kurang aktif berpartisipasi dalam forum regional dan internasional yang diadakan oleh UNESCO.