Kesehatan

Penduduk Lombok Timur Berharap Program MBG Meningkatkan Gizi dan Mengurangi Stunting

Lombok Timur

Komisi IX DPR berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan sosialisasi program Makan Siang Gratis (MBG) di Aula Kantor Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para warga berharap program MBG ini dapat memperbaiki kondisi gizi masyarakat serta mengurangi angka stunting di daerah mereka.

Pada sosialisasi yang berlangsung pada Selasa, 13 Mei 2025, Anggota Komisi IX DPR Muazzim Akbar menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program MBG. Ia menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha agar program ini dapat terus berlanjut.

“Pembangunan Sentra Pangan Program Gizi (SPPG) memerlukan biaya besar. Diperlukan sinergi antara negara dan pihak swasta agar program ini tidak sekadar menjadi wacana,” ujar Muazzim dalam keterangannya pada Kamis, 15 Mei 2025.

Untuk mendukung ekonomi masyarakat dan keberhasilan MBG, Muazzim juga mengumumkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dengan dukungan dana masing-masing Rp5 miliar. Koperasi ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ia juga mengingatkan agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengalokasikan 20% dari anggarannya untuk mendukung program MBG, sesuai dengan instruksi dari Menteri Desa dan PDTT.

Menurut Muazzim, NTB telah memiliki 30 unit SPPG, terdiri dari 24 unit di Pulau Lombok dan 6 unit di Pulau Sumbawa. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Lombok Timur telah menyumbang 5 unit SPPG yang aktif.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Lalu Muhammad Iwan Mahardan menjelaskan bahwa program MBG adalah langkah konkret pemerintah dalam menjamin hak anak atas gizi yang layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Saat ini, angka stunting nasional masih berada di 21,23%.

“Masalah ini bukan sekadar soal kesehatan, tetapi menyangkut masa depan bangsa. Pemerataan akses terhadap makanan bergizi adalah kuncinya,” ujarnya.

Iwan juga memaparkan mekanisme pendirian SPPG, dimulai dari persyaratan lahan, bangunan, peralatan, sumber daya manusia, hingga ketentuan bagi penerima manfaat. Ia mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BGN, dan memastikan bahwa seluruh informasi resmi hanya tersedia melalui situs resmi BGN.

Camat Sembalun, Misri, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi di wilayahnya. Ia menegaskan dukungan penuh Kecamatan Sembalun terhadap program MBG dan berharap SPPG di wilayahnya dapat segera dioperasikan.

“Satu unit SPPG sudah berdiri di wilayah kami dan akan segera difungsikan, tepat di seberang kantor camat. Kami berharap ini bisa menjadi solusi nyata untuk pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak,” katanya.

Dengan sosialisasi ini, pemerintah berharap agar partisipasi masyarakat semakin meningkat dan program MBG dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kuat.