politik

Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah Yudhoyono Institute Lecture Series 2025

Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah Yudhoyono Institute Lecture Series 2025

YOGYAKARTA – Hari ini, Yogyakarta menjadi pusat perhatian dunia dengan pelaksanaan Yudhoyono Institute Lecture Series 2025. Forum dialog strategis ini menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai sektor nasional dan internasional. Acara yang diselenggarakan oleh The Yudhoyono Institute ini mengangkat tema penting: ‘Pertumbuhan Hijau: Pertumbuhan Berkelanjutan yang Berkeadilan.’

Acara ini diawali oleh sambutan dari Menteri Koordinator Pembangunan Infrastruktur dan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Dalam pidatonya, AHY menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin rumit.

Baca juga: AHY Soroti Tantangan dan Peluang Keberlanjutan di Indonesia

AHY menyatakan, ‘Yogyakarta bukan hanya kota yang indah, tetapi juga mencerminkan identitas Indonesia. Sebagai pusat kebudayaan Jawa dan simbol sejarah nasional kita, Yogyakarta mengingatkan kita bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan saling terhubung,’ ungkapnya pada Senin (12/5/2025).

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Presiden ke-6 RI dan Ketua The Yudhoyono Institute, Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono, bersama Annisa Pohan Yudhoyono, serta Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono dan istrinya, Aliya Rajasa Yudhoyono.

Delegasi parlemen dan menteri dari Kabinet Merah Putih dan Indonesia Bersatu turut hadir, seperti H Doddy Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif M Iftitah Sulaiman, Menteri Transmigrasi Ossy Dermawan, Wakil Menteri ATR Chairul Tanjung, Menko Perekonomian era SBY Syarief Hasan, Menteri Koperasi, serta anggota DPR dari Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

Baca juga: Menko AHY Paparkan Empat Prioritas Pembangunan Infrastruktur di 2025

Acara ini juga diramaikan oleh kehadiran duta besar dari Jepang, Denmark, Singapura, dan Laos, serta tokoh akademik dari Universitas Stanford, Arun Majumdar, Dekan Stanford Doerr School of Sustainability, yang menjadi pembicara utama, dengan Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan dan dosen tamu Stanford, sebagai moderator.

Panel diskusi menghadirkan nama-nama penting seperti Prof. Yi Cui, Direktur Precourt Institute for Energy, Prof. William Chueh, ahli teknik energi dan ilmu fotonik, dan Prof. David Cohen, Direktur Center for Human Rights and International Justice.

Forum ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama internasional dan mendorong agenda pembangunan berkelanjutan yang inklusif. The Yudhoyono Institute, didirikan oleh SBY pada tahun 2017, terus mengusung nilai kebebasan, kemakmuran, dan keamanan dalam menghadapi dinamika dunia yang semakin kompleks dan saling terhubung.