kriminal

5 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Berantai Mahasiswi di Padang Pariaman, Fakta Kelima Mengungkap Kekejaman Pelaku

5 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Berantai Mahasiswi di Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN – Serangkaian pembunuhan berantai terhadap wanita muda telah mengejutkan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Tiga mahasiswi menjadi korban pembunuhan yang dilakukan dengan cara yang sangat sadis. Dua dari mereka ditemukan di dalam sumur tua, sementara satu lagi dimutilasi dan potongan tubuhnya disebar di berbagai lokasi.

Beberapa fakta terungkap di balik kasus pembunuhan berantai ini. Pelaku diketahui adalah seorang pria bernama SJ alias Wanda (25), yang bekerja sebagai petugas keamanan di Korong Lakuak, Pasar Usang, Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai.

Penangkapan pelaku dilakukan setelah potongan tubuh manusia ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, Padang Pariaman. Investigasi mengarahkan penyelidikan kepada tersangka Wanda, yang akhirnya ditangkap pada Kamis (19/6/2025) pukul 02.00 WIB.

Berikut 5 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Berantai ini

1. Tiga Wanita Muda Jadi Korban

Wanda menghabisi nyawa tiga gadis dalam rentang waktu yang berdekatan. Korban terakhir adalah Septi Ananda (25), mahasiswi yang dibunuh dan dimutilasi pada Minggu, 15 Juni 2025 sekitar pukul 15.00 WIB. Tubuh korban dipotong menjadi 10 bagian dan dibuang di sejumlah lokasi.

Bagian-bagian tubuh korban ditemukan pada Selasa (17/6/2025) dan Rabu (18/6/2025). “Bagian tubuh korban diduga dipotong menjadi 10 bagian dan dibuang secara terpisah,” ujar Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, Kamis (19/6/2025).

Lebih mengejutkan lagi, pelaku mengakui telah membunuh dua wanita lain yang dilaporkan hilang sejak Januari 2024, yakni Siska Oktavia Rusdi (23) alias Cika, dan Adek Gustiana (24).

2. Potongan Tubuh Ditemukan di Sungai Batang Anai

Potongan tubuh Septi Ananda yang telah dimutilasi ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Tanpa kepala, tubuh korban ditemukan mengapung di sungai tersebut.