5 Pemimpin Iran yang Gugur Akibat Serangan Rudal Israel, Termasuk Jenderal yang Pernah Mengancam Israel
5 Pemimpin Iran yang Gugur Akibat Serangan Rudal Israel, Termasuk Jenderal yang Pernah Mengancam Israel
TEHERAN – Israel melancarkan serangan terhadap puluhan sasaran, termasuk fasilitas nuklir, lokasi militer, dan tempat tinggal pribadi di seluruh Iran sejak Jumat lalu. Serangan tersebut menewaskan sejumlah komandan militer senior dalam operasi yang disebutnya ‘Operasi Rising Lion’.
Serangan Israel juga membidik beberapa tokoh berpengaruh lainnya yang terhubung dengan program nuklir Iran. Puluhan warga sipil, termasuk anak-anak, juga dilaporkan tewas.
1. Mohammad Bagheri
Menurut BERITA88, Bagheri adalah perwira militer berpangkat tertinggi di Iran, menjabat sebagai kepala staf angkatan bersenjata Iran, yang mencakup Garda Revolusi Islam (IRGC) dan tentara Iran.
Bagheri bergabung dengan IRGC pada tahun 1980 ketika berusia 20 tahun dan, bersama saudaranya, turut membantu mendirikan unit intelijen IRGC selama perang Iran-Irak.
Ia dianggap tidak sekeras komandan lainnya. Belakangan ini, ia mendapat kritik karena pidatonya pada bulan April di depan reruntuhan kuno Persepolis, di mana ia menyerukan perdamaian dan mengimbau untuk menghindari konflik.
Abdolrahim Mousavi telah ditetapkan sebagai kepala staf angkatan bersenjata yang baru, demikian dilaporkan oleh kantor berita negara Iran, IRNA. Ia bukan berasal dari jajaran IRGC, melainkan seorang jenderal tentara.
2. Hossein Salami
Salami bergabung dengan IRGC pada tahun 1980 selama perang Iran-Irak, kemudian menjadi wakil komandan pada tahun 2009, sebelum akhirnya naik pangkat menjadi komandan pada tahun 2019.
Dikenal karena kemampuan orasinya, ia mengambil sikap keras terhadap Israel dan baru-baru ini mengatakan bahwa Teheran akan ‘membuka gerbang neraka’ jika diserang oleh Israel atau AS.
