Penurunan Tarif Impor Kendaraan: AS dan China Capai Kesepakatan
Penurunan Tarif Impor Kendaraan: AS dan China Capai Kesepakatan
NEW YORK – Kemajuan terbaru dalam negosiasi tarif impor antara Amerika Serikat dan China menunjukkan hasil positif. Kedua negara telah sepakat untuk sementara waktu mencabut tarif pada barang impor.
Menurut laporan dari Carscoops, Amerika Serikat akan mengurangi tarif tambahan atas impor dari China dari 145% menjadi 30%. Sebagai balasannya, China akan menurunkan tarif atas barang-barang dari AS dari 125% menjadi 10%.
Perubahan ini direncanakan akan berlaku selama 90 hari, memberikan waktu bagi negosiator untuk mencapai kesepakatan yang lebih permanen.
Implikasinya terhadap sektor otomotif masih belum sepenuhnya jelas, terutama karena tarif 25% tetap berlaku untuk impor kendaraan dan suku cadang, meskipun ada beberapa pengecualian sementara yang dijelaskan dalam perjanjian USMCA.
Pelonggaran sementara ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi produsen mobil dalam hal pengadaan komponen dari China.
Kendaraan listrik buatan China masih menghadapi kendala masuk ke pasar AS, terutama akibat tarif yang diberlakukan selama era pemerintahan Trump.
Namun, belum ada kejelasan mengenai kendaraan yang diproduksi di China oleh merek AS seperti Buick dan Lincoln, apakah model tersebut akan mengalami perubahan berdasarkan ketentuan baru masih belum pasti.
Pernyataan dari Gedung Putih menyebutkan, “Hari ini, setelah kesepakatan baru dengan Inggris, Presiden Donald J. Trump mencapai kesepakatan dengan China untuk mengurangi tarif dan menghilangkan pembalasan guna membuka akses pasar bagi ekspor Amerika.”
Meskipun pengumuman ini tampak menjanjikan secara politik, hasil nyata tergantung pada perkembangan selanjutnya.
Dengan waktu hanya 90 hari, ujian sebenarnya adalah apakah kedua pihak dapat mengubah jeda sementara ini menjadi hubungan dagang yang berkelanjutan.
