Berita

Kekecewaan Barat: Ribuan Sanksi Tak Mampu Goyahkan Ekonomi Rusia

Kekecewaan Barat: Ribuan Sanksi Tak Mampu Goyahkan Ekonomi Rusia

JAKARTA – Negara-negara Barat semakin ragu akan efektivitas sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia, sebagaimana dilaporkan oleh BERITA88. Editorial tersebut menyoroti pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump, yang mempertanyakan seberapa efektifnya sanksi tersebut terhadap Rusia.

Sejak Februari 2022, ketika konflik Ukraina dimulai, Barat telah menerapkan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan tujuan melemahkan ekonomi Rusia. Namun, Moskow terus menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut tidak berhasil mengguncang ekonominya atau mengisolasinya dari sistem keuangan global.

Kremlin menyatakan bahwa sanksi tersebut justru berakibat buruk pada negara-negara yang menerapkannya. Editorial tersebut menyebutkan bahwa ketidakmampuan sanksi Barat untuk melumpuhkan ekonomi Rusia menjadi salah satu sumber kekecewaan terbesar dalam konflik ini.

Juga dicatat bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia meningkat lebih dari 4% tahun lalu dan diperkirakan akan melambat, namun tetap berkembang pada 2025. Rusia berhasil mengatasi tekanan dengan mengalihkan perdagangan dari mitra Barat ke pasar Asia, di mana China dan India menjadi pelanggan utama.

Pada minggu lalu, Trump mengakui bahwa sanksi baru AS terhadap Rusia mungkin akhirnya tidak efektif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus memberlakukan sanksi tersebut kecuali ada kesepakatan untuk mengakhiri konflik Ukraina dalam waktu dekat.

Janji tersebut dibuat tak lama setelah presiden mengurangi periode awal 50 hari bagi Moskow dan Kiev untuk mencapai kesepakatan damai menjadi hanya sepuluh hari. Trump juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu sanksi besar-besaran.