BUMN dan TNI-Polri Kembangkan Gudang Beras, Prabowo Alokasikan Dana Khusus
BUMN dan TNI-Polri Kembangkan Gudang Beras, Prabowo Alokasikan Dana Khusus
JAKARTA – Kepala Negara Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengarahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta TNI-Polri untuk mendirikan gudang-gudang penyimpanan beras dari hasil panen petani. Menurut laporan dari Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Prabowo menyatakan bahwa produksi beras nasional mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
“Saya telah menginstruksikan semua pihak, termasuk BUMN dan TNI-Polri, untuk beraksi dan saya telah menyiapkan anggaran khusus guna membangun gudang-gudang darurat yang murah,” ujar Prabowo saat menghadiri acara peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Sumatera Selatan, Rabu, 23 April 2025.
Saat ini tantangan yang dihadapi adalah kebutuhan akan gudang yang memadai karena produksi yang berlimpah. Kita perlu menemukan solusi jangka pendek dan juga solusi jangka menengah hingga panjang,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa setiap hasil dari petani harus dijaga dan dikelola dengan baik. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya lonjakan dalam produksi beras nasional pada periode Januari hingga Maret 2025.
Berdasarkan data BPS, potensi produksi beras diperkirakan mencapai 8,67 juta ton, meningkat drastis sebesar 52,32% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang hanya mencapai 5,69 juta ton.
Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya potensi luas panen padi yang diperkirakan mencapai 2,83 juta hektare, menunjukkan penambahan sekitar 970,33 ribu hektare atau 52,08% dibandingkan dengan luas panen pada Januari-Maret 2024 yang tercatat sebesar 1,86 juta hektare.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, juga menjelaskan bahwa rata-rata harga beras di tingkat petani, penggilingan, grosir, dan eceran telah mengalami penurunan. Harga beras di penggilingan pada bulan Januari 2025 turun sebesar 4,30% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Harga beras ini mengalami penurunan 4,30% secara tahunan atau year on year (yoy),” ungkapnya dalam rilis BPS, dikutip pada Jumat, 7 Februari 2025.
