Warren Buffett Alihkan Investasi Besar, Tinggalkan Dolar AS
Warren Buffett Alihkan Investasi Besar, Tinggalkan Dolar AS
JAKARTA – Investor legendaris Warren Buffett kembali menjadi sorotan dalam dunia keuangan dengan strategi penggantian mata uang asing yang diterapkannya melalui Berkshire Hathaway. Pada pertemuan tahunan pemegang saham 2025, Buffett memaparkan keputusan perusahaan untuk mengurangi penggunaan dolar AS dan beralih ke instrumen berbasis yen Jepang sebagai langkah perlindungan terhadap risiko depresiasi dolar.
Berkshire Hathaway aktif meminjam dalam yen Jepang untuk mendanai investasinya di lima perusahaan besar di Jepang. Langkah ini dianggap unik karena jarang diambil oleh investor internasional. Buffett menekankan bahwa strategi ini bukanlah untuk profit jangka pendek, tetapi sebagai upaya antisipasi jangka panjang terhadap pelemahan dolar AS.
“Kami tidak pernah membuat keputusan berdasarkan dampak kuartalan atau tahunan. Tidak pernah ada rapat dewan di mana kami membahas, ‘Jika melakukan ini, laba akan sekian,'” ujar Buffett, seperti dikutip dari BERITA88, Rabu (8/5).
Buffett menyatakan bahwa kebijakan fiskal AS yang bisa mendevaluasi dolar adalah salah satu kekhawatiran utama. “Tidak ada sistem yang bisa menandingi kecenderungan pemerintah melemahkan mata uangnya sendiri. Kebijakan fiskal AS saat ini justru mengkhawatirkan,” tambahnya.
Berkshire telah memiliki pengalaman dalam transaksi mata uang. Sebelumnya, Buffett pernah mengambil posisi terhadap 12 mata uang sekaligus dengan menjual dolar AS, meraih keuntungan miliaran dolar.
Sementara itu, Greg Abel, salah satu pimpinan Berkshire, memastikan bahwa investasi di Jepang mencerminkan keyakinan terhadap masa depan perusahaan dan stabilitas yen. Berkshire saat ini tengah melakukan lima investasi besar di perusahaan Jepang.
“Kami merasa nyaman berinvestasi di lima perusahaan Jepang dan memahami eksposur yen. Meminjam dalam yen adalah peluang tambahan yang baik,” jelas Abel.
Beberapa analis memprediksi dolar AS akan melemah pada 2025 akibat defisit fiskal dan tekanan inflasi. Strategi Buffett ini memberikan contoh bagaimana investor dapat mengurangi risiko dengan diversifikasi mata uang.
