Tarif CPO dan Nikel Masuk AS Diturunkan di Bawah 19%
Penurunan Tarif CPO dan Nikel di Pasar AS
JAKARTA – Pemerintah Indonesia sukses mengamankan penurunan tarif impor dari Amerika Serikat untuk sejumlah komoditas strategis nasional, termasuk minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunan nikel.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa tarif yang sebelumnya berada pada angka 32 persen kini telah diturunkan menjadi 19 persen. Bahkan, untuk beberapa komoditas tertentu, tarif tersebut dapat ditekan lebih rendah lagi.
Dalam podcast To The Po!nt Aja! di kanal YouTube BERITA88 pada hari Kamis (31/8), Airlangga menjelaskan bahwa Amerika Serikat adalah pasar ekspor utama bagi Indonesia, menyumbang sekitar 11 persen dari total ekspor nasional. Produk utama yang diekspor ke AS mencakup tekstil, alas kaki, elektronik, dan furnitur, yang semuanya merupakan produk padat karya.
Menurut Airlangga, penurunan tarif ini krusial untuk memastikan produk Indonesia tetap kompetitif di pasar internasional, khususnya di Amerika Serikat. “Jika tarifnya tinggi, produk kita tidak akan bersaing, dan ini bisa mengakibatkan penurunan ekspor. Padahal, sektor padat karya ini secara langsung mempekerjakan 5,3 juta orang dan secara tidak langsung mempengaruhi 15 juta jiwa,” tegasnya.
