Ekonomi dan Politik

ERIA Memperkuat Peran Media dalam Mencakup Isu Regional

ERIA Memperkuat Peran Media dalam Mencakup Isu Regional

JAKARTA – Seiring dengan meningkatnya dinamika di Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk ketegangan geopolitik, transformasi ekonomi, dan tantangan tata kelola, kebutuhan akan jurnalisme yang berbasis data dan fakta semakin mendesak. Untuk merespons tantangan ini, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) mengadakan East Asia Media Caucus (EAMC) di kantornya di Jakarta.

Acara ini merupakan evolusi dari forum tahunan ERIA Editors’ Roundtable dan menegaskan komitmen ERIA untuk memperkuat kolaborasi antara jurnalis, pembuat kebijakan, dan peneliti dari negara-negara anggota East Asia Summit (EAS).

EAMC menjadi platform strategis yang mempertemukan jurnalis dengan pakar terkemuka untuk membahas isu-isu kunci di kawasan seperti transformasi ekonomi, tantangan tata kelola pemerintahan, serta perkembangan geopolitik di Asia Timur dan Asia Tenggara.

“Kita berkumpul dalam East Asia Media Caucus, sebuah platform bagi jurnalis, ahli, dan tokoh dari kawasan ini untuk berbagi wawasan dan ide,” ujar Chief Operating Officer ERIA Toru Furuichi, baru-baru ini.

“Peran rekan-rekan jurnalis sangat penting dalam membantu masyarakat memahami isu-isu kompleks dan menjembatani komunikasi antara publik dan pembuat kebijakan. Melalui forum ini, kami berharap para jurnalis dapat memperoleh pengetahuan baru, mengajukan pertanyaan kritis, dan membangun hubungan yang kuat di seluruh kawasan,” ungkapnya.

Salah satu topik utama yang dibahas dalam forum ini adalah pendekatan ASEAN terhadap situasi di Myanmar, terutama dampaknya terhadap stabilitas regional, prospek ekonomi, dan diplomasi.

“Kami percaya bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk narasi publik yang konstruktif. EAMC mencerminkan komitmen kami untuk mendukung jurnalisme yang akurat dan membangun di tengah dinamika kawasan,” kata Senior Communications Advisor ERIA Kavi Chongkittavorn.

Forum ini juga mencakup ERIA Media Welcome Day, sebuah kegiatan yang memperkenalkan visi, riset, dan agenda kebijakan ERIA kepada para jurnalis. Dihadiri lebih dari 10 media nasional dan internasional, acara ini bertujuan memperluas akses media terhadap informasi yang dimiliki ERIA serta memperkuat hubungan para jurnalis dengan perwakilan media dari negara-negara anggota EAS.

Dalam acara ini, ERIA juga memperkenalkan sejumlah pusat kerja utama yang mencerminkan arah fokus kebijakan ERIA ke depan. Pusat kerja ini meliputi ERIA School of Government yang merupakan wadah pengembangan kepemimpinan dan pemahaman kebijakan publik; Asia Zero Emission Center (AZEC) yang mendorong penerapan energi bersih dan praktik ramah lingkungan di kawasan.

Selanjutnya, ERIA Digital Innovation and Sustainable Centre (E-DISC) yang berperan dalam mempercepat transformasi digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif; serta Regional Knowledge Centre for Marine Plastic Debris (RKC-MPD) yang berkontribusi terhadap upaya negara-negara ASEAN+3 dalam mengurangi sampah plastik di laut dan meningkatkan praktik daur ulang.

Lebih dari sekadar seremoni, EAMC dan Media Welcome Day mencerminkan komitmen jangka panjang ERIA untuk memperkuat jurnalisme kawasan, mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta mendukung integrasi kawasan yang lebih inklusif.