Instagram dan TikTok Hadirkan Aplikasi untuk TV
MILAN
Mona Lisa telah menjadi pusat kekaguman dan daya tarik selama berabad-abad. Para ahli dari berbagai penjuru dunia berusaha memecahkan rahasia di balik senyum misteriusnya yang ikonik.
Kini, berkat kemajuan teknologi sinar X, ilmuwan mulai menguak rahasia potret legendaris karya Leonardo da Vinci, mengungkapkan bagaimana ia menciptakan keajaiban ini hanya dengan beberapa sapuan kuas.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Masyarakat Kimia Amerika pada hari Rabu mengindikasikan bahwa maestro Renaisans Italia tersebut mungkin dalam suasana hati yang sangat kreatif saat menggarap karya ini pada awal abad ke-16.
“Dia adalah sosok yang gemar bereksperimen, dan setiap lukisannya memiliki teknik yang benar-benar berbeda,” ujar Victor Gonzalez, penulis utama studi tersebut, kepada Associated Press.
Gonzalez, yang meneliti komposisi kimia dari puluhan karya Leonardo dan seniman lainnya, menemukan keistimewaan pada cat yang digunakan dalam Mona Lisa.
Khususnya, peneliti menemukan senyawa langka bernama plumbonacrite pada lapisan cat pertama Leonardo.
Penemuan ini mengindikasikan bahwa Leonardo kemungkinan besar menggunakan bubuk timbal oksida untuk mengentalkan dan membantu mengeringkan catnya saat mulai mengerjakan potret tersebut.
