Investor Global Pilih Vietnam daripada Indonesia, MAPPI Jelaskan Sebabnya
Investor Global Pilih Vietnam daripada Indonesia, MAPPI Jelaskan Sebabnya
JAKARTA – Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) menegaskan bahwa keberadaan profesi penilai di suatu negara menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi calon investor asing saat ingin menanamkan modal. Menurut Dedi Susanto, Wakil Sekretaris I DPN MAPPI, Vietnam belakangan ini berhasil menarik minat investor besar dunia seperti produsen smartphone Apple dan produsen mobil listrik Tesla, yang sebelumnya berencana masuk ke Indonesia.
Dedi berpendapat bahwa keberhasilan Vietnam dalam menarik investor asing tidak terlepas dari komitmen politik pemerintahnya. Pada tahun 2017, Vietnam telah mengeluarkan regulasi terkait jasa penilai, yang kemudian diatur lebih lanjut dalam bab tersendiri dalam Undang-Undang Harga tahun 2023.
Menurutnya, bab tersebut mencakup terminologi penilaian, praktik penilaian, serta pengawasan terhadap kepatuhan peraturan yang berlaku, memberikan payung hukum yang kuat bagi profesi penilai untuk memperoleh data yang akurat dan dapat diandalkan.
“Contohnya, kita memiliki Danantara, banyak sekali aset yang masuk ke Danantara, siapa yang menentukan nilai aset Danantara? Seharusnya penilai yang menentukan. Jika penilai tidak memiliki payung hukum, maka kepastian atas sesuatu menjadi tidak jelas,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Dedi menjelaskan bahwa kurangnya regulasi atau payung hukum terhadap profesi jasa penilai ini menjadi kelemahan dari sudut pandang investor global. Tanpa payung hukum, profesi penilai rentan terhadap manipulasi data jika mendapat tekanan dari pihak luar.
“Contohnya, jika seorang penilai diberi uang Rp2 juta, nilai aset bisa saja diubah. Misalnya, dari harga aset Rp1 miliar bisa menjadi Rp10 miliar. Selama ini, kita tidak tahu pasti tentang pembangunan yang bernilai triliunan itu,” tambahnya.
