politik

Iran Ungkap Rudal Baru Siap Sasar Pangkalan AS, Dikenal Sebagai Qassem Basir

Iran Ungkap Rudal Baru Siap Sasar Pangkalan AS, Dikenal Sebagai Qassem Basir

TEHERAN – Iran telah memperkenalkan rudal balistik terbarunya yang diberi nama Qassem Basir pada hari Minggu. Senjata ini dirancang untuk menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah jika terjadi konflik antara Teheran dan Washington.

“Rudal Qassem Basir merupakan misil balistik berbahan bakar padat dengan jangkauan 1.200 kilometer (746 mil),” menurut laporan kantor berita Tasnim yang terkait dengan pemerintah Iran, seperti yang dikutip oleh BERITA88, Senin (5/5/2025).

Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, mengingatkan bahwa Teheran akan membalas setiap aksi militer AS dengan mengincar pangkalan Amerika di wilayah Timur Tengah.

“Jika kami diserang—jika perang dipaksakan kepada kami—kami akan merespons dengan tegas. Kami akan menargetkan kepentingan dan pangkalan mereka,” ujarnya dalam wawancara dengan televisi pemerintah yang ditayangkan Minggu malam.

Nasirzadeh mengungkapkan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan terhadap negara tetangganya, namun memperingatkan bahwa jika AS melakukan serangan, pangkalan mereka di negara-negara tetangga akan dianggap sebagai target yang sah.

Iran dan AS telah terlibat dalam perundingan nuklir sejak 12 April. Putaran keempat negosiasi yang awalnya dijadwalkan pada hari Sabtu ditunda karena “alasan logistik”, seperti yang disampaikan oleh mediator Oman.

Presiden AS, Donald Trump, telah mengirimkan surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada bulan Maret, mendesak dilakukannya perundingan sambil memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika diplomasi mengalami kegagalan.

Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, Trump telah menerapkan kembali kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran, yang selama masa jabatannya yang pertama mengakibatkan penerapan kembali sanksi besar-besaran terhadap Teheran setelah keluar dari kesepakatan nuklir 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Perjanjian JCPOA 2015 memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Negara-negara Barat, termasuk AS, telah lama menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir—klaim yang selalu dibantah oleh Teheran.