Kendala Biaya, Warga Jombang Dua Tahun Tertunda Berangkat Haji
Kendala Biaya, Warga Jombang Dua Tahun Tertunda Berangkat Haji
JOMBANG – Binti Muslihatin, seorang calon jemaah haji dari Jombang, Jawa Timur, kembali mengalami kegagalan dalam rencananya berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Warga Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto ini tidak mampu melunasi kekurangan biaya yang diperlukan.
Binti, yang merupakan janda dengan dua anak, bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar Peterongan, Jombang. Dia telah mendaftar haji sejak tahun 2008 dan telah membayar setoran awal biaya haji secara penuh. Setelah menunggu 16 tahun, Binti dijadwalkan berangkat pada 2024. Namun, dengan kenaikan biaya hingga lebih dari Rp55 juta, Binti kesulitan untuk melunasinya.
“Harusnya saya berangkat tahun lalu, tapi gagal. Tahun ini pun tidak bisa. Uangnya belum cukup untuk melunasi biaya haji,” ujar Binti kepada wartawan pada Senin (5/5/2025).
Dia berharap pemerintah bisa meninjau kembali besaran biaya haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat kecil. “Saya berharap pemerintah bisa menurunkan biaya, agar semua bisa berangkat. Melunasi itu loh yang berat,” harapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah akan berusaha keras untuk menurunkan biaya haji. Hal ini disampaikan Prabowo saat meresmikan terminal khusus haji dan umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (4/5/2025).
Presiden mengatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah jemaah haji atau umrah terbesar di dunia. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk calon jemaah haji. “Pemerintah tentu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, mengingat banyak dari mereka yang sudah lanjut usia dan perlu diurus dengan baik,” ungkap presiden dalam sambutannya.
Prabowo juga mengakui banyak calon jemaah haji yang harus menabung dalam waktu lama untuk bisa pergi ke Tanah Suci. Dengan kondisi tersebut, Prabowo berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk menurunkan biaya haji.
